Tips Cara Menghitung Usia Kehamilan Dengan Beberapa Metode

  • Whatsapp
Menghitung Usia Kehamilan

Sesudah dipastikan hamil, satu diantaranya hal penting yang harus dipahami ibu hamil ialah umur kehamilannya. Umur kehamilan ini perlu dihitung secara tepat agar bumil atau dokter bisa mengawasi perubahan atau perkembangan organ janin yang berkembang. Sampai, mengetahui umur kehamilan bisa juga membantu bumil dalam memperkirakan hari kelahiran bayi.

Tetapi, banyak ibu hamil yang kebingungan bahkan juga tidak mengerti metode menghitung umur kehamilan. Nah, berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghitung umur kehamilan dengan tepat. Tetapi, banyak ibu hamil yang kebingungan bahkan juga tidak paham langkah hitung umur kehamilan.

Baca juga ..!

Ada tiga metode untuk hitung umur kehamilan, yakni dari hari awal haid paling akhir, tanggal mengalami ovulasi dan lewat pengecekan ultrasonografi. Ini langkah perhitungan ke-3 nya;

1. Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)

HPHT ialah metode yang paling konvensional digunakan untuk menghitung umur kehamilan. Langkah ini mungkin lebih gampang jika ibu mengalami haid dengan teratur setiap bulannya. Bila ibu mengalami haid dengan teratur dan mengetahui hari awal haid paling akhir, karena itu umur kehamilan bisa dihitung dari tanggal itu. Umur kehamilan dihitung dari hari awal menstruasi paling akhir dan bukan dari tanggal terjadinya pembuahan.

Pembuahan umumnya terjadi sekitaran 11-21 hari sesudah hari pertama haid terakhir. Sesudah mengetahui tanggal menstruasi paling akhir, bumil dapat memprediksi hari kemungkinan lahir (HPL) dengan menambah 40 minggu dari hari awal menstruasi.

Untuk wanita yang mempunyai masa menstruasi tidak teratur atau wanita yang tidak bisa ingat hari awal menstruasi terakhir kalinya, kemungkinan susah untuk memastikan umur kehamilan memakai metoda ini. Dalam kasus ini, pengecekan ultrasonografi kerap dibutuhkan untuk tentukan umur kehamilan.

2. Tanggal Ovulasi

Teknik menghitung usia kehamilan yang lain dengan menghitung dari tanggal ovulasi (pelepasan sel telur). Ovulasi umumnya terjadi sekitaran dua minggu sesudah hari pertama haid. Dapat disebut langkah ini lebih tepat untuk lakukan perhitungan umur kehamilan yang sebetulnya. Salah satunya pertanda ovulasi yang dapat kamu kenali dengan melihat kekentalan lendir serviks. Tetapi, sayang tidak seluruhnya wanita mengerti dan mengetahui kapan dirinya mengalami ovulasi.

3. Pemeriksaan Ultrasonografi

Pengukur bayi lewat USG pada awalnya kehamilan ialah langkah yang paling tepat. Umumnya, pengecekan ini dapat dilakukan semenjak umur kandungan mencapai 5-6 minggu. Disinilah biasanya waktu terbaik untuk memprediksi umur kehamilan memakai USG ialah di antara minggu kedelapan dan ke-18 kehamilan.

pada trimester pertama, pengecekan USG akan fokus untuk menghitung panjang dari sisi atas kepala sampai sisi bawah pantat bayi. pada tahapan akhir kehamilan, USG menghitung sisi tertentu dari badan bayi termasuk perut, kepala, dan tulang paha untuk memastikan umur kehamilan dan perkembangan janin.

Baiknya ibu hamil disarankan untuk melakukan pengecekan kehamilan minimal 4 kali, yaitu 1 kali pada trimester pertama, 1 kali pada trimester ke-2 , dan 2x pada trimester ke-3 . Bumil perlu memberitahu dokter berkaitan keadaan yang dirasa saat lawatan pengecekan supaya dokter dapat meramalkan umur kehamilan secara tepat.