Gelang Elektronik Untuk Permudah Mengenali Indentifikasi Jemaah Haji

Gelang Elektronik Untuk Permudah Mengenali Indentifikasi Jemaah Haji
Nusantarapost.com Bulan ini merupakan bulan yang tepat waktunya untuk menjalankan ibadah haji ke tanah Suci Mekkah, tak terkecuali jemaah Indonesia. Kali ini Kementerian Haji Arab Saudi memberlakukan adanya penggunaan gelang elektronik kepada seluruh jemaah hadi yang ada diseluruh dunia. Otoritas haji ini meminta pemakaian E-Bracelet pada tahun 2016.

Ahmad Dumyati selaku Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1437 H/2016 mengungkapkan apabila E-Bracelet sudah tercetak untuk 203 kloter dan terdistribusi kepada jemaah di 184 kloter.

“Sisa 181 kloter, dengan per hari untuk 25 kloter. Sebelum closing date, Insya Allah sudah selesai semua,” kata Dumyati dalam keterangannya, Sabtu, 27 Agustus 2016.

Menurut Dumyati, pada tahun 2016 ini E-Bracelet memang masih belum bisa tersosialisasi dengan baik kepada kantor misi haji. Tak hanya itu saja, pada saat ada vendor yang datang ke kantor, petugas agak sedikit kaget dengan menyebutkan harga satuan gelang tersebut senilai 1,4 riyal.

Membahas mengenai soal gelang tersebut, Dumyati juga menambahkan apabila juga berbarengan dengan pengurusan visa. Saat itu, gelang elektronik tersebut belum menjadi perhatian kebanyakan misi haji.

“Bahkan, misi haji Thailand dan Malaysia masih belum mencetak,” tuturnya.

Berdasarkan penjelasan yang diberikan oleh Dumyati bahwa permintaan penggunaan gelang elektronik tersebut baru muncul pada bulan Maret 2016 ini. Akan tetapi, terkait dengan gelang elektronik masih belum disosialisasikan dengan baik.

“Semestinya gelang digunakan saat jamaah tiba agar bisa segera terdeteksi identitasnya jika tersesat. Tapi, ada kendala dari pihak muassasah sehingga produksinya belum selesai,” ujarnya.

Gelang elektronik itu mirip gelang kertas tiket masuk ke wahana-wahana hiburan di tanah air. Di gelang itu tercetak data identitas jamaah. Mulai nama, asal negara, nomor paspor, hingga nomor telepon bebas pulsa yang bisa dihubungi.

Gelang berwarna putih tersebut juga dilengkapi QR code dan barcode yang ketika di-scan bisa menunjukkan identitas lengkap jamaah. Di gelang itu juga ada data penempatan jamaah haji yang bersangkutan. Berbeda dengan gelang metal para jamaah yang hanya dilengkapi nama, nomor paspor, dan kloter.

Proses produksi dilakukan di kantor KUH. Mesin cetak yang digunakan sama persis dengan standar yang digunakan vendor-vendor Saudi. Pencetakan akan terus dilakukan sesuai dengan total jamaah haji Indonesia. Saat ini sudah 60 persen.

Share.