Jasa Transportasi Uber Alami Rugi 16,8 Triliun Pada Semester Pertama 2016

Jasa Transportasi Uber Alami Rugi 16,8 Triliun Pada Semester Pertama 2016
Nusantarapost.com Uber merupakan sebuah perusahaan piranti lunak yang dikenal sebagai penyedia jasa transportasi layanan mobile saat ini harus menanggung kerugian dalam jumlah besar. Ubert telah mengalami rugi dalam jumlah US$127 miliar atau dalam jumlah rupiah sebesar 16,9 triliun dalam semester pertama di tahun 2016 ini. Mengapa hal tersebut terjadi?

Uber beberapa waktu lalu telah melakukan pertemuan dengan para investor. Berdasarkan hasil pertemuan itu, Uber memberikan laporan bahwa mereka kehilangan pendapatan hingga berjumlah triliunan rupiah.

Padahal jika dilihat, nama Uber ini sudah menjamur di seluruh dunia. Maka bukan merupakan kesalahan apabila banyak orang yang kemudian memperkirakan bahwa perusahaan tersebut sudah memiliki hasil profit keuntungan dari bisnis mereka sebagai penyedia layanan jasa transportasi lewat aplikasi digital online.

Akan tetapi, rupanya Uber harus menanggung kerugian yang begitu besar hingga 16 triliun.

Gautam Gupta selaku Kepala keunangan Uber sendiri yang telah memberikan laporan bahwa kerugian tersebut datang dikarenakan adanya kompensasi para supir Uber yang ada di seluruh dunia.

Pada dasarnya, kejadian tersebut adalah bukan berita yang baru untuk diperbincangkan, karena ternyata memang sampai saat ini Uber selalu memberikan laporan kehilangan uang sepanjang perusahaan tersebut dirilis.

Jumlah keseluruhan Uber telah kehilangan lebih dari 52 triliun rupiah dari tujuh tahun operasional Uber yang ada di seluruh dunia. Memang, untuk sebuah startup kehilangan uang dalam jumlah besar seperti itu merupakan sesuatu yang telah diperkirakan, dan memang butuh waktu untuk akhirnya startup tersebut dapat profit.

Hanya saja, kehilangan yang setiap tahunnya ini terjadi semakin dalam jumlah besar dan hal ini sungguh mengkhawatirkan.

Bisa jadi, hal tersebut kemungkinan besarnya karena Uber sangat agresif dalam melebarkan sayapnya di ranah pasar Internasional, termasuk pula Indonesia.

Dimana Uber telah memberikan uang dalam jumlah cukup besar untuk dapat memberikan tarif harga yang cukup bersaing disini. Akan tetapi, penggeluaran terbesar Uber terjadi saat mereka mulai masuk ke negara Tiongkok. Dimana mereka telah kehilangan lebih dari 25 triliun rupiah hanya untuk bisa masuk ke pasar tersebut.

Sementara, di Indonesia sendiri Uber harus siap bersaing dengan Gojek dan Grak, di Amerika bersaing dengan Lyft dan jasa transportasi lainnya yang masih banyak ada di berbagai belahan juwa juga turut memberikan kontribusi atas kehilangan uang tersebut.

eski demikian, Uber masihlah yang berada di posisi nomor satu dalam bisnis jasa transportasi ini. Bisa jadi juga, setelah semua investasi dari pelebaran bisnis ini menuaikan hasil, maka profit yang akan diterima mereka akan jauh lebih banyak dari yang mereka hilangkan.

Share.