Indosat Prediksi Permintaan Layanan Data Meningkat Hingga 80% Jelang Lebaran

294
Nusantarapost.com Perusahaaan telekomunikasi ternama di Indonesia yaitu PT Indosat Tbk atau yang lebih dikenal dengan nama Indosat Ooredoo kini telah melontarkan sebuah prediksi yang menyatakan bahwa trafik layanan data akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan bahkan akan mencapai angka 80% menjelang lebaran tahun 2016 mendatang ini. Mengenai layanan suara diprediksi meningkat 12%, sementara itu layanan SMS yang justru turun 12%.

Lihat Juga : Tim Cook, Bos Apple Akui Harga iPhone Memang Terlalu Mahal

“Penurunan trafik SMS akan dikompensasi dengan kenaikan signifikan layanan data. Hal ini sejalan dengan fokus Indosat untuk mengembangkan LTE pada tahun ini,” kata Group Head Network Operations Indosat Ooredoo Achmad Abimanyu di Surabaya, Rabu(25/5/2016).

Karena itulah, agar bisa mengantisipasi peningkatan trafik tersebut, pihak Indosat juga telah meningkatkan kapasitas trafik suara menjadi 39 juta Erlang/hari, SMS naik menjadi 4 miliar SMS/hari, dan kapasitas data menjadi 6.389 TeraByte/hari.

Melonjaknya kapasitas tersebut juga diikuti dengan membentuk pemantauan kualitas jaringan melalui Indosat Ooredoo Network Operation Center (i-NOC), pembentukan posko mudik di beberapa titik strategis, dan kerja sama dengan kepolisian serta instansi terkait.

Command Centre atau i-NOC akan beroperasi beberapa hari sebelum dan sesudah masa mudik lebaran untuk memastikan performa jaringan dan mengidentifikasi gangguan jaringan, sehingga diharapkan mampu diselesaikan secara efisien dan cepat.

Pada periode lebaran kali ini, pelanggan akan dilayani oleh 52.326 base transceiver station (BTS) dengan rincian 3.544 BTS 4G, 25.068 BTS 3G, dan 23.714 BTS 2G. Adapun per kuartal I/2016, jumlah pelanggan Indosat Ooredoo mencapai 69,8 juta atau naik 3,3 juta dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.

“Peningkatan kapasitas selalu dilakukan untuk mengimbangi lonjakan trafik sepanjang momen puasa dan lebaran tahun ini. Bahkan, kami sudah menunjuk sebuah divisi untuk secara khusus menangani momen ini karena peningkatan kualitas pada saat ini cukup penting untuk meningkatkan penjualan,” katanya.

Joko Rismadi, Division Head RAN Design and Optimization Indosat Ooredoo, menyebutkan merujuk tren pada tahun sebelumnya, lonjakan trafik tertinggi terjadi di Provinsi Jawa Barat hingga 20%, lalu diikuti dengan kenaikan 20% di Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Sebaliknya, Pulau Kalimantan, Sumatra, dan Sulawesi, peningkatan trafiknya mencapai 10%, sedangkan Jakarta sekitar 20%.

“Jadi, gelombangnya berpindah dari yang tertinggi di Jawa Barat, lalu berpindah ke Jawa Tengah, dan berakhir di Jawa Timur,” tuturnya.

Sepanjang kuartal I/2016, Indosat Ooredoo membukukan laba senilai Rp217,23 miliar, sedangkan pada kuartal I/2015, perusahaan harus mengalami rugi senilai Rp455,55 miliar.

Dilihat dari sisi pendapatan, perusahaan ini menargetkan tahun ini pendapatan mampu sejalan dengan pertumbuhan industri. Pada 2015 pendapatan Indosat bertumbuh 11,14% dari tahun sebelumnya menjadi Rp26,77 triliun.

Share.