Hal Hal Yang Membatalkan Puasa Wajib Dan Sunnah

hal hal yang membatalkan puasaNusantaraPost.com Hal Hal Yang Membatalkan Puasa Wajib Dan Sunnah Sebulan lamanya kita berpuasa wajib dengan menahan lapar dan dahaga serta menahan godaan dari nafsu yang sering menguji kesabaran kita, puasa di bulan ramadhan ini mengajarkan sikap dan pribadi yang baik, agar kita selalu sabar dalam mengadapi sesuatu karena sejatinya segala yang di lakukan dengan cara tergesa-gesa tidak akan mencapai hasil yang maksimal.

Bagi anda yang sedang menjalankan ibadah puasa, hindarilah beberapa hal yang dapat membatalkan puasa dan mengurai pahala ketika anda berpuasa. tentunya anda tidak mau seperti itu sudah lapar dan menahan rasa haus tetapi tidak mendapatkan apa-apa.

Dibulan ramadhan ini segala amal dan perbutan akan di lipat gandakan tentu orang-orang yang menjalankan ibadah tersebut dengan sia-sia. ketahuilah beberapa perkara yang dapat membatalkan ibadah puasa wajib dan sunah berikut ini.

1. minum dan makan secara sengaja
memasukan makanan, minuman atau benda lain kedalam mulut atau lubang lain dalam anggota dengan sengaja sehingga masuk kedalam perut. jika anda lupa sedang menjalankan puasa hal ini tidak akan membatalkan puasa anda.

2. muntah secara sengaja
مَنْ ذَرَعَهُ قَيْءٌ وَهُوَ صَائِمٌ فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ وَإِنِ اسْتَقَاءَ فَلْيَقْضِ

“Barang siapa yang muntah karena tidak disengaja, maka tidak ada kewajiban bagi dia untuk mengganti puasanya. Dan barang siapa yang muntah dengan sengaja maka wajib baginya untuk mengganti puasanya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan yang lainnya, dishahihkan oleh As-Syaikh Al-Albani Rahimahullahu Ta’ala di dalam Al-Irwa’ no. 930)

3. Menelan ludah tidaklah membatalkan puasa
Berkata Asy-Syaikh Ibnu Baz Rahimahullahu Ta’ala:
“Tidak mengapa untuk menelan ludah dan saya tidak melihat adanya perselisihan ulama dalam hal ini, karena hal ini tidak mungkin untuk dihindari dan akan sangat memberatkan. Adapun dahak maka wajib untuk diludahkan apabila telah berada di rongga mulut dan tidak boleh bagi orang yang berpuasa untuk menelannya karena hal itu memungkinkan untuk dilakukan dan tidak sama dengan ludah.”

4. Mencicipi masakan tidaklah membatalkan puasa oleh Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu dalam sebuah atsar:

لاَ بَأْسَ أَنْ يَذُوْقَ الْخَلَّ وَالشَّيْءَ يُرِيْدُ شَرَاءَهُ

“Tidak apa-apa bagi seseorang untuk mencicipi cuka dan lainnya yang dia akan membelinya.” (Atsar ini dihasankan As-Syaikh Al-Albani Rahimahullahu Ta’ala di Al-Irwa no. 937)

5. Berhubungan badan suami-istri dengan sengaja.
berhubuungan badan suami dan isti pada siang hari saat menjalankan puasa.
أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ
“Dihalalkan bagi kalian pada malam hari berpuasa untuk bergaul dengan istri-istri kalian”.

Para ahli tafsir mengartikan kalimat rafats di dalam ayat dengan jima` (pergaulan suami istri)

6. Haid dan nifas.
“Puasa yang dibatalkannya tadi wajib diqadha` (diganti) di luar bulan Ramadhan, sedangkan shalatnya selama masa haid dan naifas tidak wajib di qadha`”

Hal Hal Yang dapat mengurangi pahala puasa dan menghilangkan pahala.

  • Berbohong/berdusta
  • Menggunjing atau membicarakan orang
  • Mengadu domba antar sesama
  • Sumpah palsu
  • Melihat dengan syahwat

Share.