Nokia Kini Siap Bangkit Lagi Dalam Industri Smartphone Bersama Foxconn

246

Sumber : Google

Nusantarapost.com Microsoft kini telah secara resmi mengibarkan bendera putih dengan menjual Nokia kepada Foxconn. Kini Nokia Technologies, HMD dan FIH yang merupakan anak-anak perusahaan Foxconn telah menjalin sebuah kerjasama dan kesepatan dalam dunia bisnis global untuk kembali membuat dan memasarkan ponsel pintar, berupa smartphone dan tablet yang akan mengusung merek Nokia, tentu nantinya produk ini harus siap menghadapi persaingan dalam dunia gadget yang semakin hari semakin meningkat saja.

Lihat Juga : Microsoft Akan Hentikan Bisnis Smartphone, Benarkah?

Kita ketahui bersama bahwa Nokia merupakan suatu merek ponsel yang dulunya merupakan brand dipuncak kejayaan dahulunya. Namun sayang, hal itu tidak berlangsung hingga saat ini, Nokia bahkan sempat mengalami keterpurukan dan tenggelam namanya ditengah ketatnya persaingan dunia ponsel dengan layar sentuh yang semakin marak belakangan ini. Tentu dengan rencana kehadiran merk ponsel dan tablet Nokia ini akan menjadi tantangan lagi bagi Nokia di industri ponsel.

Disebutkan oleh Forbes bahwa kerjasama yang terjalin ini merupakan indikasi kemunculan kembali Nokia di industri pasar smartphone dan tablet. Hal ini juga dinilai mampu menghadirkan keuntungan tersendiri bagi Nokia, terlebih lagi dengan penggunaan merek dan properti yang lebih intelektual.

Di sisi lain pula, dengan adanya dukungan pengalaman bekerja sama dengan banyak partner dan pengetahuannya akan desain smartphone modern, tentu kerja sama ini akan menjadi kesempatan emas untuk Foxconn bisa tampil lebih dari sekedar produsen perangkat saja.

Kolaborasi yang terjalin ini juga memberikan kemungkinan untuk masuk dalam segmen ritel lewat perangkat yang memberikan penwaran keuntungan lebih banyak, baik untuk pihak Nokia dan juga Foxconn sendiri.

Sampai saat ini, Foxconn diketahui telah membuat beberapa jejeran perangkat komunikasi di berbagai segmen harga. Untuk kerja samanya dengan Nokia, Forbes memberikan saran kepada Foxconn untuk dapat menghadirkan perangkat yang membawa kisaran harga mid dan high end sebagaimana yang dihadirkan oleh Xiaomi atau HTC, tidak seperti perangkat Samsung Galaxy S7 atau iPhone 7 Pro.

Tak hanya itu saja, menghadirkan perangkat dengan kisaran harga USD300 dapat mempermudah Foxconn dan Nokia dalam mencari peluang kerja sama dengan operator untuk program bundling. Kisaran harga ini juga dinilai tidak memberatkan dan akan mampu menarik minat pembeli.

Selain itu, Foxconn juga dapat memanfaatkan nama besar Nokia di pasar Brasil, Rusia, India dan China (BRIC), yang lebih memudahkan untuk menjadikan perangkat buatannya menjadi salah satu dari sepuluh handset terbaik di tahun mendatang.

Memasuki kembali ranah perangkat komunikasi melalui perangkat tunggal dengan jeda yang tidak terlalu cepat ataupun terlalu lama, juga dinilai memungkinkan kedua perusahaan ini untuk terfokus pada kampanye dan proses pemasaran perangkat tersebut.

Adanya gabungan pengalaman Foxconn dan nama besar Nokia dinilai mampu menjadi faktor pendukung utama kesuksesannya di industri ini. Kerja sama antara keduanya dimungkinkan setelah Microsoft melepas lisensi merek Nokia, untuk terfokus pada perangkat karyanya, Surface.

Share.