Sambut Hari Kartini, KPK Minta Perempuan Turut Sorakkan Anti Korupsi

597

Nusantarapost.com Untuk menyambut hari Kartini yang jatuh di tanggal 21 April 2016 ini, Komis Pemberantasan Korupsi atau KPK mengadakan sejumlah kegiatan yang berkenaan di hari Kartini pada tanggal 21 hingga 23 April 2016 ini, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk dapat mendorong peran perempuan Indonesia agar ikut serta menyebarkan nilai – nilai antikorupsi yang memang sedang melanda negeri Indonesia tercinta ini.

“Habis Gelap Terbitlah Terang, dulu Korupsi sekarang tidak korupsi, selamat hari Kartini,” kata kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Kamis (21/4).

Untuk mewujudkan kegiatannya tersebut, pihak KPK menjalin kerja sama dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kedutaan Besar Australia dan Perepuan Indonesia Antikorupsi atau disingkat PIA mengadakan kegiatan antikorupsi pada tangal 21 – 23 April 2016 di sejumlah tempat di Jakarta, hal tersebut tentu sebagai rangka untuk memperingati Hari Kartini dan juga ulang tahun Gerakan Nasional Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) yang ke-2.

“Peringatan hari Kartini bukan hanya menonjolkan emansipasi laki-laki dan perempuan tapi juga menonjolkan pentingnya nilai-nilai dalam perjuangan Kartini untuk membangun integritas antikorupsi dan kebaikan, dan kami ingin mengambil momentum hari Kartini untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan tersebut,” kata Laode.

Diungkapkan oleh Laode bahwa dalam kurun waktu dua tahun ini sudah terdapat sebanyak 550 agen dari SPAK yang tersebar di seluruh Indonesia dan sekitar 90 persen dari agen SPA memakai alat bantu sosialisasi antikorupsi yaitu berupa sebuah seragam jenis permainan baik untuk anak kecil dan juga untuk orang dewasa.

“Sekitar 20 persen agen SPAK melaporkan kasus korupsi yang ada di sekitarnya sehingga berusaha melakukan sesuatu salah satunya adalah melapor ke KPK. Selanjutnya, banyak juga perubahan perilaku masyarakat akibat permainan tersebut misalnya ada orang tua murid yang tidak memberikan hadiah ke guru dan guru yang tidak mau terima hadiah dari orang tua murid,” ungkap Laode.

Sebagai contoh lain yaitu siswa yang tidak lagi menggunakan mobil dinas orang tuanya, beberapa pelajar dari SMA juga yang telah membuat deklarasi anti nyontek, kemudian pegawai pemerintahan yang sudah tidak lagi terlambat untuk datang ke kantor tempat ia bekerja.

“Bahkan ada kepala desa di Raja Ampat yang mengaku menggunakan uang PKK untuk membeli seragam setelah main games SPAK dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut, jadi orang tua dan laki-laki terpengaruh permainan ini,” kata Laode.

Hari kartini sudah selayaknya dijadikan bentuk peringatan untuk mengenang jasa Kartini yang begitu baik untuk meningkatkan derajat para kaum wanita yang kala itu derajatnya terbilang rendah dari pada pria. Untuk saat ini pun jasa – jasa perjuangan Kartini masih terasa di golongan para hawa.

Share.