Peneliti Temukan Cara Gandakan Kapasitas Baterai Smartphone

Peneliti Temukan Cara Gandakan Kapasitas Baterai Smartphone
Nusantarapost.com Memiliki baterai yang tahan lama merupakan dambaan bagi setiap pengguna smartphone, namun sayang tak semua smartphone memiliki baterai yang tahan lama, jika ada pun juga tidak maksimal seperti yang diinginkan. Adanya penggunaan powerbank memang cukup membantu namun lambat laun dirasa kurang efisien.

Memang sejak dahulu masalah daya tahan baterai smartphone ini menjadi persoalan bagi hampir semua orang. Pasalnya jika baterai sudah habis maka tentu saja kita tidak bisa menggunakan smartphone tersebut.

Maka dari itu perkembangan baterai pun terus saja dilakukan, hal itu karena saat ini semakin berkembangnya teknologi unsur lain dari smartphone seperti teknologi prosesor, layar, dan komponen lainnya, seharusnya juga diikuti oleh perkembangan baterai.

Akan tetapi dalam faktanya, jenis baterai yang digunakan saat ini belumlah berubah sejak 20 tahun silam. Sehingga hal itu cukup menjadi suatu masalah yang diperhatikan.

Walaupun saat ini smartphone yang dilenggangkan di industri pasar smartphone sudah memiliki fitur khusus untuk dapat melakukan manajemen menghemat baterai, namun tetap saja pada kenyataannya banyak sekali smartphone yang tetap tidak mampu untuk bertahan lama selama satu hari penuh full pemakaian.

Melihat adanya kondisi demikian, maka para peneliti dari Massachusetts Institute of Technology melaporkan bahwa mereka menemukan cara untuk membuat kapasitas baterai lithium-ion dua kali lipat lebih besar namun dengan dimensi yang sama.

Untuk baterai Lithium-ion yang berlaku saat ini, ion dialirkan dari katoda grafit bermuatan negatif ke anoda bermuatan positif melalui cairan elektrolit di dalamnya. Grafit digunakan pada katoda karena terbukti kestabilannya dan dapat menampung ion negatif dalam jumlah yang besar.

Sementara pada baterai Lithium-ion yang diteliti oleh tim MIT, grafit ini digantikan oleh lithium-metal foil yang menampung jumlah ion yang lebih besar dibandingkan dengan grafit. Memang hal ini telah lama diketahui oleh para peneliti. Masalahnya adalah lithium-metal foil ini mudah bereaksi dengan larutan elektrolit dan dapat menimbulkan panas berlebih hingga menimbulkan percikan api.

Para ilmuan yang melakukan penelitian di dalam MIT adalah SolidEnergy System. Tim ini mengembangkan elektrolit baru yang tidak bereaksi dengan lithium-metal foil.

Jadi dengan adanya teknologi ini, baterai dapat dibuat dengan ukuran setengah dari ukuran yang sekarang, sehingga dengan ukuran yang sama persis kapasitas menjadi dua kali lipat. Jika tidak ada halangan, baterai dengan kapasitas ganda ini bisa digunakan pada smartphone yang dirilis tahun depan.

Share.