teuku
Nusantarapost.com – Teuku Wisnu lahir di Jakarta, 4 Maret 1985. Putra pasangan Teuku Yusar dan Wuwuh A Putri ini sempat melewatkan enam tahun masa kanak-kanaknya di Sigli, Aceh. Di akhir SMP, dia kembali ke Jakarta. Pendidikannya terus berlanjut hingga ke Jurusan Hubungan Internasional Universitas Moestopo.

Bungsu dari empat bersaudara ini terjun ke dunia hiburan karena kecelakaan. Saat itu, Wisnu yang meminjam mobil sang tante mengalami kecelakaan di tol dalam kota. Dia tak punya uang untuk mengganti kerusakan mobil. Seorang teman menyarankan dia mengikuti casting iklan jika ingin cepat dapat uang. Akhirnya dia mengikuti saran itu.

Sejak itulah dia tampil dalam sejumlah iklan. Namanya semakin dikenal. Namaun Tak hanya sebatas iklan iklan, Wisnu kemudian membintangi sejumlah sinetron. Salah satunya adalah “Cinta Fitri” yang tayang hingga tujuh season. Melalui sinetron itulah dia mengenal Shireen Sungkar. Selain sinetron, Wisnu juga menjadi presenter dan tampil dalam beberapa film layar lebar.

Sebagai aktor, nama Wisnu semakin berkibar. Sejumlah penghargaan berhasil dia sabet. Di antaranya adalah kategori Aktor Favorit dalam ajang Panasonic Award ke-12 pada 27 Maret 2009. Wisnu juga dinobatkan sebagai Aktor Ngetop dalam SCTV Award pada 2007-2010.

Wisnu akhirnya menikahi Shireen Sungkar pada 17 November 2013. Kini dia dikaruniai satu putra yang diberi nama Teuku Adam Al Fatih.

Masyarakat memang baru membincangkan perubahan Wisnu setelah pernikahannya dengan Shireen. Namun sejatinya, Wisnu mulai mengubah gaya sebelum berumah tangga.

“Perubahan sebelum nikah, tetapi setelah nikah semakin perdalam agama. Saya sadar istri dan anak butuh ilmu agama, jadi saya dalami itu,”Jelas Wisnu.

Sejak mengubah penampilan, kemunculan Wisnu di layar kaca memang mulai berkurang. Tapi bukan berarti dia sama sekali tak mau lagi bermain sebagai aktor. Hanya saja dia membatasi diri untuk mengambil peran-peran yang sesuai dengan tuntunan Islam. Jika tak sesuai, dia tak segan menolaknya.

“Sudah pernah (saya) nolak. Masalah job yang jenggotnya mesti cukur, sudah pasti saya tolak,” ujar Wisnu.

Dan dia rupanya sudah memantapkan hati. Wisnu telah merintis usaha untuk bersiap jika suatu saat harus meninggalkan dunia hiburan secara total. Dengan sejumlah rekan, dia mendirikan restoran Sushi Miya8i yang terus mengembangkan cabang. Selain itu, dia juga menggeluti bisnis busana muslim dengan merek Gerai Hawa.

Teuku Wisnu memang telah memutuskan untuk “hijrah.” Pindah dari dunia gemerlap aktor ke jalan zikir yang lebih diridhai Ilahi.Bagi wisnu ini adalah hal yag tidak mudah muntuk memotong atau memangkas jenggotnya. Baginya ini adalah sunnah rasul yang harus ia jalankan.

Dengan tampang baru yang berjenggot, perubahan penampilan Teuku Wisnu sempat menjadi sorotan. Penampilan itu bahkan sempat menjadi “topik hangat” di jejaring sosial. Banyak yang memberi dukungan, namun tak sedikit pula yang mencibir. Reaksi pro-kontra masyarakat itu disadari penuh oleh Wisnu.

“Perubahan saya saat ini, awalnya banyak mengundang tanya. Ada yang bersyukur karena saya sudah mendapat hidayah, mendukung perubahan yang ada, dan mendoakan dengan bahagia agar selalu istiqomah. Namun tidak sedikit yang mencibir, nyinyir dan berubah jadi ‘haters’,” tulis Wisnu dalam blog pribadinya.

Bagi Wisnu, hidayah untuk mendekatkan diri kepada Allah tidak hanya bisa didapatkan oleh orang-orang tertentu saja. Semua orang bisa dan tidak perlu menunggu waktu. Lebih baik, hidayah itu dijemput.

“Menurut saya jika kita tidak menjemputnya, hidayah belum tentu singgah. Saya juga masih dangkal ilmu, harus lebih banyak belajar dan butuh bimbingan,” tambah Wisnu.

Setelah “berhijrah” Wisnu mengaku lebih nyaman. Dia merasa berada di tengah-tengah lingkungan yang benar. Kini bukan undangan pesta glamor yang dia datangi. Wisnu kini lebih banyak menghadiri majelis taklim, belajar Alquran dan Islam dari ustaz dan ulama.

Bagi Wisnu, hati tak bisa dibohongi. Dia mencoba menerapkan apa yang sudah tertera dalam Alquran dan hadis. Dalam blog itu Wisnu juga mengutip sebuah hadis riwayat Bukhari, di mana Nabi Muhammad bersabda:
“Jika kalian berteman dengan penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi dan mendapat bau harum darinya. Dan jika kalian berteman dengan tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat pakaianmu terbakar atau kamu akan memdapat bau yang tidak sedap darinya.”

Menurut dia, teman yang saleh senantiasa mendorong ke dalam ketaatan dan bisa mengingatkan agar terhindar dari hal-hal yang membahayakan. “Namun sebaliknya, berteman dengan orang-orang yang bersifat jelek bisa mendatangkan keburukan dan kehancuran,” tulis Wisnu.

Didalan dunia hiburan wisnu merasa berdosa jjika dirinya lama lama dihadapkan dengan suasana yang membuat dirinya tidak nyaman tersebut.

“Lama-lama saya merasa tidak nyaman, saya merasa berdosa. Dari situ saya merindukan suasana saat masih menjadi bocah di Sigli di mana saya merasakan kehidupan yang bahagia, belajar ngaji di meunasah (musala) dan tergabung dalam remaja masjid,” tutur Wisnu sebagaimana dikutip Dream dari situs resmi Walikota Banda Aceh.

Karena perasaan tak nyaman itulah, Wisnu memutuskan berhijrah. Menarik diri dari pergaulan kelam. “Saya pun mengakhiri pergaulan saya di dunia yang selama ini saya geluti. Kemudian saya mencari suasana baru di lingkungan yang lebih Islami. Saya pun merasa nyaman dan tenang,” tutur dia.

Tak hanya mengubah penampilan. Kini Wisnu juga aktif dalam berbagai kegiatan Islami. Salah satunya, dia ditunjuk sebagai duta komunitas pembaca Alquran, One Day One Juz (ODOJ). Sebuah komunitas yang berkomitmen untuk menyelesaikan Alquran dalam sebulan, dengan cara mencicil dengan membaca satu juz Alquran tiap harinya.

Dan Wisnu juga sudah mempersiapkan nama baru untuk dirinya dibulan Ramadhan ini. Kini Dirinya sudah mantap untuk megubah nama nya menjadi Teuku Alfatih yang mana al fatih terinspirasi dari sultan al Fatih dan dikeahui nama Al Fatih ini adalah nama putra pertamanya.