arifin

Nusantarapost.com – Arifin Putra (29) memulai karier di dunia seni peran melalui sinetron layar kaca. Namun, Arifin mengaku pernah diremehkan saat terjun ke film lantaran ia dinilai tidak cocok berakting di layar lebar.  Terlahir dengan wajah kombinasi Indonesia dan Jerman, Arifin Putra sukses malang melintang di dunia sinetron sejak usia remaja di awal dekade 2000-an. Ia biasa mendapat peran manis dan baik-baik di sinetron.

“Orang kadang suka mengotak-kotakan. Waktu gue sinetron di TV (menjajal) ke film dibilang, ‘Lu lebih cocok di TV daripada film’,” ujar Arifin dalam sebuah acara di restauran Ocha & Bella, di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (25/5/2016) siang.

Nada sumbang langsung ramai terdengar ketika Arifin memilih untuk menjadi karakter antagonis dalam sebuah film. Menurut dia, banyak orang-orang yang tidak setuju dengan peran tersebut.

“Mereka bilang di film gue lebih cocok jadi orang baik. ‘Antagonis? Fin, jangan. Jangan hancurkan karier lu‘,” tuturnya.

Arifin Putra, Siapa yang tak kenal dengan aktor yang satu ini, Dalam sepanjang meniti karir di akting, Arifin Putra mendapat tantangan berbeda antara sinetron dan film layar lebar. Predikat pretty boy disemarkan semasa membintangi serial-serial di televisi. Di layar lebar, Arifin lebih banyak mendapat peran antagonis.

Diketahui, Arifin Putra sudah cukup lama menggeluti dunia seni peran. Dalam seumr hidup dalam bermain film hanya satu kali dirinya ditawrin memerankan sifat antagonis.

Sudah berbagai macam karakter dijajal Arifin. Jika dulu Arifin banyak bermain sebagai cowok kalem, belakangan ia lebih sering mendapat peran jahat atau antagonis.

“Zaman di TV diidentikkan dengan cowok baik, charming. Akhirnya masuk ke dunia film dapat tawaran itu (antagonis). Enggak tahu gimana gue merasa ini jalannya tepat,” tutur Arifin Putra, saat dijumpai di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/5).

Arifin sendiri tak tahu darimana perdikat itu berasal. “Enggak tahu, saya merasa jalannya tepat. Memang ada rasa tidak percaya. Kayaknya itu bukan kamu. Pas film keluar, wow semua bilang saya oke,” ujar Arifin Putra, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/5/2016).

Bukan berarti Arifin merasa nyaman dijuluki dengan predikat antagonis. Bagi Arifin, sikap demikian sangat berbahaya untuk seorang aktor. Justru dia ingin memerankan berbagai karakter di setiap peran yang dimainkannya.

“Nyaman di satu karakter itu karier akan mati. Setiap film justru makin enggak nyaman saat perankan sesuatu itu bagus. Kayak di sini. Ini ceritanya memang teriinspirasi dari cerita gue. Pas gue baca agak enggak nyaman. Justru bilang untuk diri sendiri itu bagus,” paparnya.

Baru baru ini diketahui Arifin didaulat membintangi AXElerate: The Series. Sebuah web series yang menceritakan kisah hidup ketiga brand ambassador sebuah parfum ternama untuk menginspirasi cowok-cowok di Indonesia. Selain Arifin, Chicco Jerikho dan Keenan Pearce turut terlibat di web series ini.

“Sebagai aktor kita selalu sembunyi di balik topeng karakter orang lain. Di sini gue menjadi diri gua sendiri, waduh,” tukas Arifin Putra.