296
Sumber : Google

Nusantarapost.com Perusahaan yang berasal dari Tiongkok tersebut sepertinya kini tengah geram dengan sang kompetitor di dunia smartphone yaitu Samsung, hal itu terlihat dengan adanya gugatan yang dilontarkan oleh Huawei, Huawei menuduh Samsung menjiplak paten teknologi terbaru yang mereka buat tanpa izin.

Lihat Juga : Samsung Berhasil Merajai Pasar Smartphone Dunia Dengan Penjualan Mencapai 81,2 Juta Unit

Perusahaan yang berbasis di China tersebut kini telah mengajukan sebuah tuntutan di dua pengadilan sekaligus bahkan, yaitu di California, Amerika Serikat dan Shenzhen di China.

“Kami harap Samsung menghormati tim R&D (research and development) kami. Jangan terus-terusan mengambil paten seenaknya,” kata Chief Intellectual Property Huawei Ding Jianxing, sebagaimana dilaporkan BBC pada Rabu, 25 Mei 2016 ini.

Disebutkan oleh Jianxing bahwa beberapa smartphone garapan Samsung kini tengah mematrikan teknologi yang secara originalitas adalah buatan Huawei. Beberapa teknologi tersebut sejatinya memiliki sifat Frand atau (fair, reasonable, and non discriminatory).

Artinya, teknologi tersebut sebenarnya terbuka bagi siapa saja, asalkan memenuhi syarat tertentu. Ketentuan semacam itu sudah biasa dalam dunia teknologi. Tujuannya, para vendor bisa berkomunikasi dan berbagi penemuan secara adil.

Secara lebih rinci pula Jianxing mengindikasikan pihaknya tak mengharapkan uang denda dari Samsung. Vendor tersebut lebih tertarik melakukan barter teknologi dengan sang produsen Galaxy S7.

“Sejauh ini, kami telah menandatangani kesepakatan pertukaran lisensi dengan beberapa kompetitor,” kata dia.

“Samsung bisa mendapat lisensi dari Huawei dan bekerja sama dengan kami untuk memajukan industri,” ia menambahkan.

Sejatinya kita ketahui bahwa perang paten memang lazim terjadi di sektor teknologi. Sebelumnya, kasus yang membelit Apple dan Samsung juga bergulir lama sejak 2011 lalu dan baru berakhir sekitar awal tahun ini. Apakah kali ini prosesnya akan sama? Kita tunggu saja.

Dalam gugatan yang diajukan pada Selasa (24/5/2016) di Pengadilan Federal San Francisco, Huawei mengklaim bahwa Samsung melangar sebanyak 11 hak paten terkait standar industri untuk perangkat ponsel 4G. Huawei menuntut kompensasi tunai. Namun, dalam gugatan tersebut, Huawei tidak mencoba untuk memblokir penjualan produk Samsung di Amerika Serikat.

Hak paten tersebut termasuk jaringan komunikasi dan perangkat lunak untuk mengoperasikan jaringan LTE (Long Term Evolution). Huawei yang merupakan salah satu produsen peralatan jaringan mengatakan pihaknya mendapat tawaran untuk mengenakan harga yang adil dan masuk akal bagi Samsung. Namun, Samsung menolak untuk membayar.

“Kami memilki sejarah yang baik terkait perizinan dan lisensi silang dengan rekan-rekan kami. Kami berharap Samsung melakukan hal yang benar,” kata William Plummer, Juru Bicara Huawei.

Huawei mengklaim bahwa pihaknya menghabiskan 15% dari pendapatannya untuk penelitian dan dan penelitian tersebut memiliki kontribusi yang besar bagi standar industri guna memastikan perangkat telekomunikasi bisa digunakan untuk berbicara.

“Kami akan meninjau keluhan ini secara mendalam dan mengambil tindakan yang tepat guna membela kepentingan bisnis Samsung,” kata Samsung yang berbasis di Korea Selatan dalam e-mail seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (25/5/2016).