angelina

Nusantarapost.com – Aktris Angelina Jolie-Pitt akan menjadi dosen tamu di London School of Economics (LSE) pada program master Centre for Women, Peace and Security. Dia merupakan aktris peraih Oscar, pekerja sosial.

ia akan menjadi dosen tamu bersama mantan Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague di Pusat Wanita, Perdamaian dan Keamanan di universitas tersebut, untuk mengajar para mahasiswa S2. Demikian dilansir dari Independent.co.uk.

Di salah satu perguruan tinggi bergengsi itu Jolie-Pitt akan memberi kuliah tentang gender dan hak asasi manusia. Program studi itu akan dimulai pada tahun perkuliahan 2016-2017. Salah satu tugas khususnya adalah sebagai juru kampanye mengenai hak-hak pengungsi dan melawan mutilasi organ intim wanita serta penggunaan pemerkosaan sebagai senjata perang.

Istri aktor Brad Pitt itu akan mengajar bersama mantan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague. Keduanya membentuk Preventing Sexual Violence in Conflict Initiative pada 2012.

Sebagai dosen tamu, Jolie-Pitt akan memberi kuliah, berpartisipasi dalam lokakarya dan kegiatan umum, serta riset untuk beberapa proyek.

Bintang film Salt itu pun mengaku bersemangat berbagi pengalaman dan mengajar sebagai dosen.

“Saya bersemangat tentang program master ini. Saya berharap lembaga pendidikan lain mengikuti langkah ini, karena program ini akan memperluas diskusi tentang bagaimana kita memajukan hak-hak perempuan dan mengakhiri impunitas atas kejahatan terhadap perempuan, seperti kekerasan seksual yang terjadi dalam konflik,” kata Jolie-Pitt dalam keterangannya.

“Saya menantikan kesempatan mengajar dan belajar dari para mahasiswa sekaligus membagikan pengalaman saya bekerja dengan berbagai pemerintah dan PBB,” lanjut utusan khusus untuk UNHCR itu.

Ia mengatakan bahwa dirinya sangat terinspirasi dengan adanya program master tersebut. Ia berharap lembaga akademis lainnya akan mengikuti contoh ini.

“Karena sangat penting untuk kita memperluas diskusi tentang bagaimana memajukan hak-hak perempuan dan mengakhiri kekebalan hukum atas kejahatan yang berdampak kepada perempuan, seperti kekerasan seksual dalam konflik,” ujar Jolie.