Aisyah

Nusantarapost.com – Film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara, menuai respon yang sangat bagus dari masyarakat khususnyaa masyarakat kupang, Pasalnya diketahui film ini tiketnya sangat laris di Kupaang. Film yang menceritakan ibu guru Aisyah yang mana adalah seorang sarjana yang baru saja lulus. Ia tinggal di sebuah kampung dekat perkebunan teh yang sejuk dan sarat dengan nilai religius di Ciwidey, Jawa Barat bersama Ibu dan adik laki-lakinya. Ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

Ia ingin mengabdikan dirinya sebagai seorang guru. Suatu hari, Ia mendapatkan telpon dari yayasan tempat ia mendaftarkan diri. Tenyata ia sudah mendapatkan tempat untuk mengajar. Sebuah lokasi yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya bernama Dusun Derok, di Kabupaten Timur Tengah Utara. Penempatan ini menjadi konflik kecil dengan ibunya. Akan tetapi karena kerasnya niat, Aisyah memutuskan untuk tetap berangkat ke NTT.

Antusiasme ditunjukkan oleh masyarakat Kupang, Nusa Tenggara Timur terhadap film Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara. Selama dua hari tayang, tiket dari film yang dibintangi oleh Laudya Cynthia Bella itu selalu ludes terjual habis.

“Dua hari tiket sold out di sini. Gila, banyak anak menangis tidak bisa ikut menonton,” kata Erwin Usboko, salah satu warga kota Kupang, Jumat malam (20/5).

Hanya ada satu bioskop di propinsi yang ada berbatasan dengan Timor Leste tersebut. Hal ini pun membuat banyak orang memilih untuk membeli untuk membeli tiket via online agar tidak kehabisan. “Kalau di calo harga normal bisa Rp 60.000. Harga normalnya kan Rp 30 atau 40.000,” lanjut Erwin.

Saat dikonfirmasi, Enrico Fermi dari jaringan distributor Cinemaxx menyatakan bahwa pihaknya siap melayani animo penonton di Kupang yang membludak ini. Menurutnya mulai hari Sabtu ini (21/5), mereka siap menambahkan slot pemutaran untuk film Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara.

“Kalau kemarin hanya di satu teater, kini diputar di dua teater. Satu teater full 5 slot, satu lagi berbagi dengan film lain,” tutur Enrico. Dia berharap penonton film Indonesia yang ada di kota Kupang banyak yang dapat terakomodasi untuk menyaksikan karya anak bangsa tersebut.

Film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara memang terasa spesial bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Pasalnya, film ini mengangkat kisah perjuangan seorang guru muda asal tanah Jawa untuk mengajari anak-anak di Atambua dengan jurang perbedaan agama dan budaya. Film arahan Herwin Novianto ini sudah beredar di seluruh bioskop Tanah Air sejak 19 Mei lalu.