tiga tersanka
Nusantarapost.com – Seorang wanita muda bernama Enno Fariah (18) ditemukan tewas dalam keadaan babak belur dan tanpa busana di dalam kamar karyawan Polyta Global Mandiri, di Jalan Raya Perancis Pergudangan 8 Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang pada Jumat (13/5/2016).

Diketahui beberapa waktu lalu terjadi kasus pemerkosaan yang dilakukan tiga pria terhadap wanita berusia 19 tahun yang merupakan karyawan pabrik. Eno Parihah, 19 tahun, karyawati pabrik plastik di Kosambi, Kabupaten Tangerang, yang menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan dikenal sebagai sosok yang pendiam dan pemalu. Kakak Eno, Dita, mengatakan jika adiknya tersebut tidak pernah menceritakan masalah pribadinya kepada keluarga.

“Kalau di rumah tidak pernah ngobrol. Dia paling tidur, terus main sama temannya. Dia orangnya sangat pendiam,” kata Dita.

Teman satu mes Eno, Marifha, membenarkan jika Eno sangat pendiam dan tertutup. Menurut dia, Eno yang baru bekerja satu bulan. Sejak kenal Eno, Marifha mengaku jarang melihat dia bicara dan hanya tersenyum jika berpapasan dengan karyawan lain. “Dia pendiam banget,” katanya.

Eno ditemukan tewas di mes karyawan PT Poly Global Mandiri, Desa Jati Mulia, Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Jumat, 13 Mei 2016. Polisi menetapkan tiga orang tersangka atas kasus pemerkosaan dan pembunuhan tersebut, yakni Rakhmat Arifin alias Alif, 24 tahun, Imam Hapriadi (20), dan siswa SMP berinisial RA (15).

Namun, tiga tersangka yang sudah di bekuk polisi ini letakkan di rutan tersendiri untuk menghindari Bullyan, hal ini dibenarkan oleh Direktur Tahanan dan Titipan (Tahti) Polda Metro Jaya,

Kami taruh mereka sendiri, mereka bertiga di tempat sendiri, takut di-bully, kasus kayak gitu kan tahanan paling rendah jadi dikhawatirkan dikerubutin makanya dipisah, ujar AKBP Barnabas saat dikonfirmasi, Rabu (18/5/2016).

AKBP Barnabas mengungkapkan, menjaga tahanan adalah salah satu tugasnya. Sehingga, kata AKBP Barnabas pihaknya akan melakukan penjagaan dengan atensi khusus. Penjagaan mendapat atensi khusus, takut bunuh diri juga, karena secara psikologis semua orang menghujat,pungkas AKBP Barnabas.

Sebelumnya, dalam waktu dua hari, tim gabungan dari Polsek Teluk Naga, Polres Metro Tangerang dan Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku pembunuhan sadis yang menimpa Eno, karyawati yang tewas di dalam mess karyawan PT Polyta Global Mandiri, Jalan Raya Perancis, Pergudangan 8, Dadap, Kosambi, Kota Tangerang, Banten.

Awal kisah ketika Enno memberikan pesan singkat kepada RAI alias Alim (16) yang sedang bermain play station di luar mess tempat korban bekerja.

Di mana, mess itu hanya bisa dibuka oleh orang dalam.

Lokasi pembunuhan dan pemerkosaan Enno itu berada di mess perempuan, Jalan Raya Prancis, Dadap, Kosambi, Tangerang atau tepatnya di kamar yang dihuni Enno.

Di samping mess perempuan, terdapat mess laki-laki, yang juga dihuni salah satu pelaku, yakni RAR alias Arif (24) yang merupakan salah seorang pelaku.

“Skenario pertama, pelaku pembunuh Eno itu merupakan orang dalam mess, kedua pelaku orang luar yang bekerja sama dengan orang dalam, dan ketiga orang luar yang dibukakan pintu gerbangnya oleh korban,” kata Krishna di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (17/5/2016).

Perkenalan Alim dan nno sendiri hanya dengan cara meminta nomor handphone. Saat itu, komunikasi intens pun dilakukan oleh dua orang itu.

Sebelum kejadian, korban dan Alim memberikan kode kalau pagar mess sudah terbuka. Kemudian mereka bertemu dan melakukan percumbuan. Namun, saat hasrat Alim untuk melakukan persetubuhan meningkat ditolak oleh korban.

“Sebelumnya, korban dengan Alim sudah bertemu dan berkenalan serta meminta kontak korban, saat kenalan korban mengaku bernama Indah. Lalu saat hari kejadian, pelaku yang baru bermain Play Station (PS) itu datang ke tempat korban. Diberitahu kalau pintu gerbangnya sudah dibukakan tinggal masuk saja,” kata dia.

Alim pun kecewa dan keluar mess tersebut. Saat sedang menghisap rokok kedua yang telah dibakarnya, Alim bertemu dengan Arif. Arif bertanya kepada Alim mengapa berada di depan pintu pagar mess. Lalu, Alim mengaku habis menemui kekasihnya bernama Indah.

Padahal, Indah sendiri merupakan Enno. Fakta itu terungkap setelah Alim memberikan foto Indah yang ternyata sama persis dengan para Enno.

Kemudian, Imam datang dan bertemu dengan mereka. Dengan membawa garpu, mereka berbincang-bincang tentang siapa sosok wanita yang bernama Eno alias Indah itu. Untuk memastikan wanita itu adalah Eno, mereka langsung masuk ke dalam kamar kos Eno.

“Saat itu, datang Arif yang ternyata bekerja di pabrik yang sama juga dengan korban. Arif tanya ngapain kamu disini, siapa kamu? Tak lama lagi datang Imam, dan menangakan hal yang sama. Ketiganya kan mengaku tak saling kenal. Setelah berbicara panjang lebar, ketiganya masuk akhirnya ke kamar korban,” tuturnya.

Saat itu, Enno sedang tertidur lelap dengan posisi terlentang. Tanpa panjang lebar pelaku lansung membekap korban dengan bantal sampai pingsan.

Lantas pelaku Arif memperkosa korban dalam kondisi tak sadarkan diri dan dipegangi oleh dua pelaku lainnya. Sedang Imam yang saat itu memegangi tubuh korban menyuruh Arif mencari pisau usai memperkosa korban.

“Arif keluar cari pisau yak ketemu, dia hanya menemukan cangkul. Lalu, Arif disuruh mencangkul korban dan dimasukan ke dalam kemaluan korban, pakai kaki juga didorong hingga masuk lebih dalam ke tubuh korban,” ungkapnya.