klinik-aborsi-jakartanusantarapost.com -Salah satu dari pelaku aborsi ,di salah satu klinik Bekasi media center, kota Bekasi yang bernama dr Jabat Parlindungan Napitupulu (65), menyerahkan dirinya kepada Mapolresta kota Bekasi pada hari sabtu (14/5). Sedangkan temannya yang juga pelaku aborsi bernama dr Aldo berinisial ALD masih jadi buronan anggota Reskrim Polresta kota Bekasi.

“Satu tersangka telah menyerahkan diri,” ucap Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Rajiman, Senin (16/05/16).

Kompol Rajiman juga mengatakan bahwa salah satu pelaku aborsi tersebut menyerahkan dirinya  kira-kita pukul 10.00 siang waktu Indonesia bagian barat (WIB), setelah menyerahkan diri, pihak yang berwajib melakukan proses pemeriksaan terhadap tersangka sampai pukul 23.00 WIB.

Dari hasil laporan yang diterima pihak penyedik  di ambil dari keterangan tersangka, dr jabat membantah bahwa dia melakukan praktek aborsi di kliniknya yang ada di Jalan Juanda, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Tersangka mengaku bahwa dia sudah tidak melakukan praktek aborsi lagi selama kurang lebih lima tahun terakhir.

Tetapi, pihak kepolisian tetap menganggap pelaku bersalah atas ikut campurnya dia menyediakan sarana dan prasarana praktek aborsi iligal pada kliniknya.

Selain kasus yang disebutkan diatas, pelaku dikenakan kasus yang lain yaitu kasus pemberian ijin praktek di klinek tersebut mulai dari tahun 2009 lalu. Dan klinik tersebut merupakan milik dr jabat

“Ia dianggap menyalahi Undang-Undang Kesehatan dengan menyediakan tempat klinik yang dijadikan tempat aborsi ilegal, dengan ancaman sanksi tiga tahun penjara,” katanya.

Walaupun begitu polisi menghargai inisiasi baik pelaku untuk menyerahkan diri “Kondisi kesehatan tersangka saat ini, kurang baik,” lanjutnya.

Kompol rajiman juga mengungkapkan bahwa pelaku tersebut menderita penyakit komplikasi  sejak 5 tahun belakangan ini “Tersangka harus menjalani perawatan ke Singapura dalam waktu dekat,” ujarnya lagi.

Sehingga, pihak polreskim masih enggan menahan pelaku tetapi akan mendapat panggilan sewaktu-waktu supaya melengkapi berkas yang belum diterselesaikan yaitu berkas tentang penyidikan tersebut.

“sejauh ini tersangka masih kooperatif gan bersedia dipanggil kapanpun waktunya” lanjut  rajiman.

Dilaporkan sebelumnya, beberapa anggota polresta Bekasi Kota dan Polda Metro Jaya menggrebek klinik aborsi tersebut pada hari kamis (28/4) yang telah 10 tahun membuka praktek aborsi ilegal.

Polisi telah memburon 7 pelakau aborsi lainnya yaitu YS, MRYN, NN, KRTN, MMN, dr Jabat, dan dr ALD.