Nusantarapost.com- Managing Director Tourism Australia John O Sullivan menyatakan akan terus meningkatkan kebutuhan wisatawan internasional untuk mendorong pendapatan Australia dari sektor pariwisata.

Demikian dikatakan Sullivan pada jumpa pers media internasional Australian Tourism Exchange (ATE) 2016 di Gold Coast Convention Center, Gold Coast, Queensland. Steven menyatakan salah satu upaya mencapai hal itu adalah dengan memperkuat kerja sama dengan para mitra dari seluruh negara tujuan wisatanya pada Australian Tourism Exchange (ATE) 2016 selama sepekan di Gold Coast.

“Kami berharap ini akan bisa terus menambah jumlah wisatawan dan mendorong ekonomi dari sektor wisata. Tahun lalu kami mencapai rekor 7,4 juta wisatawan internasional dan jumlah belanja mereka naik 18 persen sebanyak 36,6 miliar dollar AS,” ujar Sullivan.

Dalam paparannya, Sullivan mengatakan bahwa ATE digelar serius hingga berskala raksasa untuk menangkap potensi wisatawan internasional. Ada 840 pebisnis dan agen wisata perjalanan dari Asia, Amerika, dan Eropa bertemu dan menjalin bisnis dengan 1.500 delegasi wisata Australia di event tersebut.

“Kami ingin membina bisnis dengan para mitra baru dan terus mengelola jalinan bisnis dengan mitra lama kami. Kami selalu berikan informasi platform-platform terbaru kami kepada mereka,” ujarnya.

Khusus terkait Indonesia, Manajer Pengembangan Bisnis Tourism Australia di Indonesia, Agitya Nurani, mengatakan bahwa ada 21 agen wisata di Jakarta dan Surabaya yang bekerja sama dengan Australia. Setiap tahun mereka selalu mendapat informasi terbaru mengenai hal-hal atau destinasi wisata baru yang sedang digemari wisatawan di Negeri Kangguru tersebut.

“Orang Indonesia kebanyakan melihat Australia itu kalau tidak kangguru, ya koala. Itu image-nya selama ini soal wisata. Padahal banyak betul atraksi wisata di sini. Mereka menjual experience,” kata Agitya.

Dia menambahkan, sampai saat ini empat destinasi wisata utama yang menjadi sasaran wisatawan Indonesia adalah Melbourne, Sydney, Perth dan Queensland (Gold Coast). Pada ATE 2016 ini kampanye wisata Tasmania dan Canberra juga mulai digalakkan untuk pasar Indonesia.

“Sejauh ini travel besar kita di Jakarta dan Surabaya bisa membawa 5.000 orang per tahun ke Australia dan itu akan terus bertambah,” ujar Agitya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia menempati urutan ke-12 pasar terbesar pariwisata Australia. Total jumlah kunjungan orang Indonesia per Desember 2015 lalu mencapai 152.000 wisatawan.