audero-buffon-juventus_20160212_065459

Nusantarapost.com- Sabtu (14/5/2016) menjadi hari bersejarah untuk penjaga gawang Juventus, Emilio Audero. Untuk kali pertama dalam kariernya, pemain berdarah Indonesia itu menerima medali scudetto.

Setelah peluit panjang partai Serie A kontra Sampdoria, para pemain Juventus mendapatkan panggilan berdasarkan nomor punggung. Satu per satu dari mereka berjalan di atas karpet biru, lalu menaiki podium.

Audero menjadi pemain terakhir yang menuju podium setelah Roberto Pereyra. Maklum, pemain kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, itu memiliki nomor 38.
Capaian Audero sekaligus mengharumkan tanah kelahirannya. Kiper pemain berusia 19 tahun ini menjadi pemain kelahiran Indonesia pertama yang menjuarai kompetisi kasta teratas Italia.

Audero memiliki darah Indonesia melalui ayahnya, Edy Mulyadi, yang berasal dari Lombok. Namun, kiper kelahiran 1997 itu memilih kewarganegaraan Italia. Dia sudah mencicipi seragam tim nasional Italia di level U-15, U-16, U-17, U-18, dan U-19. Hingga kini, dia belum pernah menerima panggilan untuk tim U-21 dan senior.
Pada musim 2015-2016, Audero terdaftar dalam skuad Juventus untuk Serie A dan Liga Champions. Namun, dia belum mendapatkan jatah pertandingan di tim senior dan masih sering membela tim Primavera.

Sangat bangga memang ketika melihat satu anak bangsa berprestasi di luar negeri namun lebih baik lagi jika dia ingin kembali ke Indonesia dan memeperkuat Timnas Indonesia suatu saat nanti, ada banyak pemain muda indonesia yang mengadu nasib di sepak bola eropa salah satunya adalah Yuzaq yang membela Ajax Amsterdam muda di Belanda Yuzaq adalah seorang warga negara indonesia karena dia merupakan anak yang lahir di indonesia dan di bawa ke Belanda sewaktu kecil oleh orang tuanya, posisiya sebagai gelandang flamboyan yang memungkinkan dia untuk berada di belakang striker membuat posisinya akan sangat menarik di timnas indonesia suatu saat nanti.

Begitu juga dengan Audero kiper muda ini masih bisa memperkuat Timnas Indonesia jika ia mau untuk kembali ke indonesia meskipun dia pernah membela timnas italia di kelompok usia muda namun sesuai dengan regulasi FIFA yang membolehkan pemain untuk membela dua Negara selama belum pernah membela Timnas Senior di salah satu negara tersebut