jose-mourinho-santaiiiiiii_20160420_135803

Nusantarapost.com- Beberapa hari yang lalu, Indonesia digegerkan dengan pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Indonesia, Imam Nahrawi, yang mengatakan ingin menarik Jose Mourinho sebagai pelatih Timnas Indonesia.

Pernyataan itu dilontarkan oleh pria asal Bangkalan, Madura ini, setelah melakukan obrolan santai dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo bersama Ketua Olimpiade Indonesia (KOI) dan sekaligus pemilik saham terbesar Inter Milan, Erick Thohir di Istana Negara.

Bahkan, Erick Thohir berbeda argumen dengan Imam yang lebih memilih Indonesia dilatih oleh pelatih Chelsea saat ini, Guus Hiddink.

Tidak hanya masyarakat Indonesia saja yang geger tetapi melainkan media-media luar pun juga ikut serta memberitakan kabar tersebut.

Belum diketahui apakah Jose Mourinho sudah mendengar kabar tersebut atau tidak, tetapi pria asal Portugal ini sudah menyampaikan pernyataan tentang kabar masa depannya.
Tampaknya keinginan Imam Nahrawi akan bertepuk sebelah tangan, pasalnya pria yang didepak dari Chelsea pada bulan Desember lalu itu mengatakan bahwa dirinya masih ingin melatih tim di Benua Eropa.

Mourinho melontarkan pernyataan tersebut saat berada di Meksiko jelang berlangsungnya Kongres Tahunan FIFA pada Jumat (13/5/2016).

“Saya suka melatih sepak bola di mana pun dan ada gairah untuk melatih sepak bola di sana (Indonesia),” kata Jose Mourinho seperti dilansir dari Soccerway.
“Tapi saya tidak akan berbohong kepada anda, bahwa di Indonesia bukan sepak bola Eropa dan saya ingin melanjutkan karir di benua Eropa lebih beberapa tahun,” ujarnya.
“Saya masih ingin menikmati sepak bola di kompetisi Eropa tapi siapa tahu mungkin suatu hari saya bisa menjadi pelatih di sana (indonesia),” ujarnya.

Kabar yang santer terdengar belakangan ini bahwa pria berusia 53 tahun ini akan merapat ke Manchester United sebagai pengganti dari Louis van Gaal yang kabarnya akan didepak oleh Red Devils.

Jika Mourinho tidak ingin untuk melatih di indonesia saat ini Lain halnya dengan Guus Hiddink yang masih membuka peluang untuk melatih dimana saja tak terkecuali di indonesia namun yang menjadi pertanyaan adalah mampukah Indonesia menggaji Hiidnk yang berada di kisaran 100 milyar rupiah pertahun