illustrasi – SHUTTERSTOCK

nusantarapost.com – Cerita tidak mengenakan diungkapkan oleh  Polrestabes surabaya tentang pencabulan yang dilakukan oleh delapan remaja ABG terhadap siswi SMP yang masih berumur 13 tahun ini yang ternyata adalah temannya sendiri di Kecamatan Gubeng, Surabaya.

Yang lebih menghebohkan lagi, aksi ini sering dilakukan sejak korban masih berusia 4 tahun, akibatnya siswi mengalami kelainan sex addict atau ketagihan seks.

“Bukan hanya ketagihan seks, korban juga mengalami ketagihan narkoba jenis pil Dobel L,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA), Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, Jumat (13/5/2016), saat dikonfirmasi.

Korban bahkan meminta sendiri untuk “Dilayani” kepada delapan pelaku tersebut, memang tidak selalu bersamaan melainkan satu-persatu kepada pelaku yang merupakan teman satu kampungnya tersebut.

“Biasanya korban meminta imbalan pil Dobel L setelah melakukan,” imbuhnya…

Polisi mengamankan delapan pelaku tersebut yaitu berinisial MI (9), MY (12), JS (14), AD (14), BS (12), LR (14), AS (14), dan HM (14).

AS (14) adalah pelaku pertama pencabulan sejak korban berusia empat tahun, aksi tersebut dilakukan setiap hari oleh AS, dan pada suatu hari AS mengajak tujuh temannya untuk mencabuli korban padahal salah satu dari ketujuh anak tersebut masih duduk disekolah dasar (SD).

Polisi sebenarnya sedah mulai mengetahui aksi pencabulan tersebut dan ingin menangkapnya, akan tetapi berhubung diantara pelaku ada yang menjalani Ujian Nasional (UN) penangkapan tersebut ditunda sampai UN selesai.

Sampai hari ini korban dibawa ke shalter khusus milik Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota Surabaya, untuk mendapatkan pembinaan dan pemulihan, sementara untuk para pelaku masih di proses secara hukum bagi pelaku anak dibawah umur sesuai undang-undang yang berlaku di indonesia.

Kemaren, wali kota Surabaya mengadakan pertemuan khusus dengan keluarga korban maupun keluarga pelaku di Mapolrestabes Surabaya yang bertujuan untuk proses penanganan kedepannya.