ranieri_fcbfa37

Nusantarapost.com- Kesuksesan yang diraih bersama Leicester City membuat Claudio Ranieri diharapkan memimpin timnas Italia di masa depan. Soal hal itu, Ranieri tak menutup pintu.

Ranieri menghadirkan kejutan di Premier League musim ini dengan membawa Leicester ke tangga juara. Pelatih berusia 64 tahun itu membalikkan segala prediksi yang tak menjagokan The Foxes di awal musim.

Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Carlo Tavecchio lantas mengungkapkan harapannya agar Ranieri bisa melatih Gli Azzurri di masa depan. Dia juga berharap Ranieri bisa membawa Italia jadi juara Piala Dunia.

Ditanya soal kemungkinan melatih Italia, Ranieri mengaku tak menutup kemungkinan tersebut.

“Saya akui saya penasaran melatih tim nasional, tapi pengalaman saya bersama Yunani sudah cukup,” ujar Ranieri dalam wawancaranya dengan Gazzetta dello Sport.

“Tentu, memimpin Italia akan jadi sesuatu yang berbeda. Saya tidak pernah menutup kemungkinan itu, dan saya sangat menyukainya. Dan lagipula Leicester punya seragam biru seperti Azzurri,” katanya.

Ranieri tercatat baru sekali melatih timnas yaitu saat menangani Yunani pada 2014 lalu. Tapi pengalaman itu tak berlangsung lama. Diangkat pada bulan Juli 2014, Ranieri kemudian dipecat empat bulan kemudian setelah kekalahan dari Kepulauan Faroe. Selama melatih Yunani, Ranieri tak pernah mencatat kemenangan dalam empat laga dan kalah tiga kali.

Seperti yang sudah dikatakan Ranieri sendiri, Leicester sebenarnya belum ada kontak dengan pelatih kelahiran Roma itu. Namun beberapa sumber, seperti Sky Bet misalnya, menjagokan Ranieri akan menjadi pelatih Leicester berikutnya, menyisihkan nama-nama seperti Martin O’Neill, Lucas Neill, atau Roberto Di Matteo.

Namun apa yang ditulis kolumnis Metro, Chris Forryan, cukup menggelitik. Menurutnya, penunjukan Ranieri, meski memiliki segudang pengalaman, akan membuat Leicester menjadi lebih buruk, khususnya dengan kebiasaan Ranieri yang sering melakukan rotasi pemain –hal mana membuatnya ia dijuluki “Tinkerman”.

“Saya sependapat dengan apa yang dituliskan Chris. Namun saya lebih melihat penurunan insting Saya terkait mendatangkan pemain atau memaksimalkan talenta pemain, yang membuat prestasi saya beberapa tahun belakangan ini meredup” . tutupnya