Jose Mourinho

Nusantarapost.com- Rencana Menpora, Imam Nahrawi, mendatangkan pelatih top asal Portugal, Jose Mourinho, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebabnya, kontrak Mourinho menembus angka Rp155 miliar per tahun. Besaran bayaran sang pelatih mengacu pada kontrak baru yang ditandatangani Chelsea pada Agustus 2015 silam. Menurut versi Daily Mail The Special One meneken kontrak selama empat tahun di Stamford Bridge dengan nilai kontrak 30 juta pounds atau senilai Rp 621 miliar.

Gaji pelatih bertangan dingin ini mencapai 7,5 juta pounds per tahun (sekitar Rp155 miliar). Angka yang bak langit dengan bumi jika dibandingkan kontrak Rp1,5 miliar Alfred Riedl saat menukangi Timnas Indonesia 2014 silam.

Pertanyaannya dari mana uang untuk membayar gaji Mourinho jika nantinya benar-benar melatih Timnas Indonesia? Imam Nahrawi, mengaku sudah tahu kisaran banderol kontrak pelatih kelahiran Setubal, 26 Januari 1963 tersebut dari Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Erick Thohir.

“Kalau Pak Erick menyarankan Indonesia lebih baik memboyong Guus Hiddink,” ujar Imam.
Nakhoda asal Belanda itu lebih berpengalaman melatih timnas dibandingkan dengan Mourinho, yang selama ini hanya melatih di level klub. Dari segi bayaran juga, Hiddink juga lebih murah dibanding Mourinho. “Yang pasti timnas kita nanti harus dilatih pelatih asing, dan didampingi asisten pelatih dalam negeri nantinya,” tuturnya.

Saat ini potensi untuk Timnas mendapatkan pelatih Beken tersebut masih terbuka lebar seperti yang di lansir oleh media asing portugal saat ini, Mourinho dipastikan belum bisa merapat ke Manchester United karena Petinggi united masih ingin melihat LVG berkembang bersama setan merah dan menyuruh untuk Mourinho mencari pekerjaan lain dan jika saja Mou akan deal harga dengan Timnas maka hal tersebut bukan hanya mimpi

Pertanyaannya dari mana uang untuk membayar gaji Mourinho jika nantinya benar-benar melatih Timnas Indonesia? Jika gaji Mourinho dibayar dengan menggunakan uang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), bakal muncul perdebatan dari DPR. Jika membebankannya ke PSSI, otoritas sepak bola tertinggi Tanah Air dipastikan tidak punya uang sebesar itu. Pola yang dipakai Menpora kemungkinan besar menggerakan BUMN, seperti saat pemerintah membantu pembalap, Rio Haryanto.