solmed

Nusantarapost.com – Pemilik nama lengkap Sholeh Mahmoed Nasution, atau yang akrab di sapa Ustadz Solmed ini baru baru ini menjadi sorotan publik, Pasalnya ustadz yang satu ini sempat dikeroyok warga.

Namun, Ustadz Solmed rupanya membantah adanya aksi pengeroyokan itu. Lebih lanjut, suami April Jasmine itu menjelaksan kronologi dirinya datang telat pada peringatan Isra Mi’raj di Kampung Pasauran, Desa Pasauran, Kecamatan Cinangkan, Serang, Banten, Jumat (6/5).

Ayah satu anak itu pun mengaku tak tahu siapa yang menyebarkan kabar pengeroyokan pada dirinya.

“Saya tidak tahu siapa yang menghembuskan isu kalau saya dikeroyok (kalau dikeroyok pasti saya akan membela diri),” tutur sang ustadz. “Alhamdulillah saya sehat wal afiat.”

Menurutnya, insiden telat itu terjadi akibat panitia merubah lokasi acara. “Tanggal 29 April 2016 saya mendapat undangan acara ke Serang Timur yang lokasinya kata panitia hanya 10 menit dari Tol Serang Timur,” beber sang ustadz.

“Sampai keluar Tol Serang Timur pukul 21:45 WIB, saya telepon panitia kalau saya sudah sampai Tol Serang Timur.”

Saat ituah, Ustadz Solmed dikabari bahwa lokasi ceramah berubah.

“Tiba-tiba panitia mengubah lokasi dengan menyebut keluar Tol Cilegon Barat,” imbuh Ustadz Solmed. Ia membutuhkan waktu hampir 2 jam untuk mencapai lokasi baru perayaan Isra Mi’raj itu.

“Ternyata dari keluar Tol Cilegon Barat saya harus menempuh perjalanan hampir dua jam, lokasinya ternyata di Karang Bolong, Banten,” Jelas ustadz.

“Wajar kalau saya sampai jam 00:00-an malam, saya merasa sedang dikondisikan harus telat sampai lokasi.”

Selain bercerita soal dirinya dikeroyok jamaah karena gagal ceramah. Ustadz Solmed juga dikabarkan menerima honor puluhan juta rupiah. Ia memberikan klarifikasi soal honor 15 juta sampai 25 juta yang ditudingkan kepadanya. Soalnya ia sepeser pun tak menerima honor saat mengisi acara yang gagal di Banten, seperti yang ditudingkan pada dirinya.

Ustadz Solmed tak habis pikir, siapa yang membuat isu kalau dirinya terima uang Rp 15 juta hingga Rp 25 juta di acara itu. “Isu yang menyebut saya dibayar Rp 15-25 juta itu bohong, sepeserpun saya tidak terima uang,” ujarnya saat dihubungi Bintang.com pada Senin (9/5/2016).

Namun, Ustadz Solmed langsung klarifikasi soal keterlambatan nya datangdi majlis kepada warga. Mengapa dia terlambat datang.

“Alhamdulillah saya sehat wal afiat. Isu yang menyebut saya dibayar 15-25 juta, bohong, sepeserpun saya tidak terima,” ujarnya.

Saat ini Ustadz Solmed hanya bisa pasrah dan berserah diri kepada Allah atas isu yang menimpanya. Kepada oknum yang sudah berbuat demikian, dia menghimbau untuk segera bertaubat. “Siapapun yang sengaja mengkondisikan suasana seperti ini, silahkan mohon ampun kepada Allah, sebelum Allah memberi balasan yang lebih berat dari makar yang telah dibuat. Saya tantang, silahkan cari dan laporkan polisi oknum yang memakan uang itu kalau memang ada,” tandas ustaz Solmed.