096361400_1462178215-Mobil_Rio

Nusantarapost.com- Rio Haryanto, pembalap Manor Racing, tak bisa menyelesaikan balapan GP Rusia Formula 1 2016 setelah menjadi korban dari sebuah insiden. Jika dilihat dari kondisi mobilnya pasca ditabrak, Rio memang tak mungkin melanjutkan balapan.

Seperti diketahui,Rio gagal memaksimalkan GP Rusia di Sirkuit Sochi Autodrom, Minggu (1/5/2016), untuk mencetak finis ketiganya di musim ini. Aksi Rio pada balapan kali ini langsung terhenti di lap pertama

Awalnya, Rio yang memulai balapan dari posisi ke-21 melakukan start dengan bagus. Ia mampu menyalip dua sampai tiga mobil di depannya saat start. Itu adalah sesuatu yang jarang dilakukan Rio saat memulai balapan.

Saat tengah melewati tikungan ketiga pada lap pertama, secara tiba-tiba mobil VJM09 milik pembalap Force India, Nico Hulkenberg, melintir hingga menabrak MRT05 milik Rio. Tabrakan itu sampai membuat mobil Rio keluar lintasan dan tak bisa melanjutkan balapan.

Jika dilihat secara seksama dari video insiden itu, penyebab awalnya adalah Gutierrez, pembalap tim Haas. Ia tak mampu mengendalikan mobilnya hingga menabrak Hulkenberg. Pembalap lain yang juga menjadi korban adalah Marcus Ericsson dari Sauber.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa Rio tak mampu menyelesaikan balapan kali ini. Namun, pertanyaan semua orang akan terjawab jika melihat kondisi mobil Rio pasca ditabrak Hulkenberg. Dari foto tersebut, terlihat kerusakan parah yang terjadi pada sisi kanan mobil Rio. Tak heran jika Rio tak bisa menyelesaikan balapan kali ini.

Rio sendiri saat ini sedang berada di ujung tanduk saat pihak Manor menagih sejumlah uang yang harus di bayarkan pihak Rio namun hingga saat ini pemerintah indonesia masih belum bisa menemukan solusinya, rekan pascal weherlein ini juga harus melunasinya setidaknya sampai seri ke 6 nanti di gelar jika tidak Manor sudah bersiap siap dengan menggantikan posisi Rio di jajaran Pembalap utama ada sosok nama yang sangat menginginkan kursi Manor untuk menggantikan Rio dia adalah Alexander Rossi yang sebetulnya sudah lebih berpengalaman daripada Rio dan Weherlein yang baru saja promosi dari GP 2