yuyun

Nusantarapost.com – Fakta memilukan dialami oleh kasus Yuyun, gadis SMP yang di perkosa oleh 14 orang hingga meninggal. Kasus ini sudah berlangsung sejak April 2016 yang lalu, Hampir sebulan yang lalu, Yuyun ditemukan di semak belukar kebun karet tak jauh dari pemukiman warga dengan kondisi tidak bernyawa.

Yuyun adalah seorang gadis SMP kelas II di SMPN 5 Satu Atap Padang Utak Tanding (PUT) biasa yang harusnya sedang menikmati masa remajanya.

Saat di temukan Yuyun di ketahui Hanya memakai sehelai pakaian, kedua tangan terikat, wajah lebam dan berulat serta kulit yang mulai mengelupas. Yuyun ditemukan karena adanya bau yang busuk dan menyengat.

Akibat ulah 14 orang tidak bertanggung jawab, ia harus meregang nyawa dengan cara yang memilukan. Ia disekap, diperkosa hingga meninggal lalu dibuang begitu saja

Kejadian tersebut terjadi saat Yuyun pulang sekolah, Saat Yuyun berjalan kaki di depan 4 remaja berinisial DE, FE, AL dan SU mengonsumsi tuak di rumah DE. Kemudian 10 orang lainnya menyusul.

Dengan kondisi mabuk, Mereka memutuskan untuk nongkrong di tepi jalan perkebunan karet Desa kasie Kasuban.

Di tempat ini pula mereka bertemu dengan Yuyun, yang saat itu sedang berjalan kaki pulang sekolah.
Entah siapa yang memulainya, mereka kemudian menyekap Yuyun dan mengikat kaki tangannya.

Yuyun kemudian diperkosa secara bergantian dan brutal. Pemerkosaan ini tidak hanya terjadi sekali. Beberapa tersangka mengaku melakukannya dua hingga tiga kali. Bahkan salah seorang tersangka juga mencekik leher korban.

Tak kuasa, Yuyun pun meninggal. Oleh 14 orang tersebut, tubuhnya digelindingkan ke jurang curam di perkebunan karet tersebut.

Jumat, 4 April 2016, 12 tersangka berhasil ditangkap, dua lainnya hingga kini masih buron.

Dari hasil Visum dicapai beberapa kejanggalan yang di peroleh. Kemaluan dan anusnya pun menyatu. Tak dapat dibayangkan betapa sakit yang dialami oleh Yuyun ketika kejadian naas itu menimpanya.
Dari visum dokter juga diduga Yuyun telah menghembuskan nafas ketika perkosaan masih berlangsung.
Penemuan mayat Yuyun terjadi pada 5 April lalu.

Namun sayangnya kasus ini baru saja di perbincangkan oleh publik, Pasalnya banyak yang menganggap bahwa kasus pelecehan seksual sudah sangat biasa.

Mungkin juga karena kasus ini tidak terjadi di ibukota atau kota besar melainkan di desa kecil.
Baru setelah tagar #NyalaUntukYuyun muncul di Twitter, publik mulai menoleh. Mereka (publik) marah dan mengutuk para tersangka yang ternyata dua di antaranya adalah kakak kelas Yuyun.