_timthumb-project-code

Nusantarapost.com-  From zero to hero, mungkin istilah itu yang paling tepat disematkan untuk Leicester City. Memasuki pekan ke-37 Liga Inggris, Leicester City sudah mampu memastikan diri meraih tropi juara liga. Yup, siapa sangka klub yang musim lalu berjuang untuk bertahan dari zona degradasi itu, kini berbalik dielu-elukan hampir semua penikmat sepak bola.

Lalu kira-kira apa faktor utama yang membuat tim gurem Leicester City bisa menjadi sang juara? Simak 7 hal berikut ini

1. Memiliki skuad yang solid
Setelah 10 tahun absen dari divisi utama Premier League, kembali pada tahun 2014 Leicester City membawa semangat baru. Memiliki skuad solid dan under-rated seperti pemain bek buangan MU, Danny Simpson juga gelandang Daniel Drinkwater menjadi penentu kesuksesan klub ini Ditambah lagi dengan anak dari kiper legendaris Peter Schemeicel, Kasper yang tak mendapat tempat di Manchester City justru tampil mengagumkan. Masih ada lagi nama Shinji Okazaki, Marc Albrighton yang ikut andil.

2. Pengaruh besar dari Claudio Ranieri
Semenjak dilatih Claudio Ranieri, pola permainan Leicester menjadi lebih terstruktur. Dengan strategi andalan 4-4-2, Leicester lebih mengandalkan pola serangan balik. Tak hanya melawan tim besar, Leicester juga memakai serangan balik ketika menghadapi klub sepadan atau bahkan lebih lemah. Sejak awal musim, skema permainan Ranieri ini sudah berbuah positif.

3. Fokus utama di Premier League
Leicester yang sudah tersingkir dari Piala Liga dan FA membuat fokus utamanya menjuarai Premier League. Sejak fokus, Leicester bisa mengalahkan Liverpool, Manchester City dan membuat kewalahan Arsenal.

4. Kondisi pemain yang jarang cedera
Hampir semua pemain Leicester berada dalam kondisi yang fit. Hanya Jeffrey Schlupp saja yang cedera.

5. Performa yang stabil
Awalnya performa Leicester terlihat menurun saat mulai Boxing Day. Namun, Leicester mampu meraih 15 poin dari peluang maksimal 24 poin. Termasuk di antarannya mengambil poin dari tim kuat seperti Manchester City, Tottenham dan Liverpool.

6. Duet maut Riyad Mahrez dan Jamie Vardy sebagai ujung tombak
Kekuatan fisik dan juga kecepatan serta penyelesaian akhir yang baik menjadi rahasia Vardy dalam menjebol gawang lawan. Dirinya dianggap sebagai striker klasik tipikal Inggris. Riyad Mahrez, pemain kelahiran Prancis namun memilih untuk membela tim nasional Aljazair ini mengikuti jejak leluhurnya. Dribble, cepat dan lihai melewati lawan menjadi faktor utama permainan Mahrez musim ini.

7. Didukung pemilik kaya nan ambisius
Wajah asia ini sering terlihat di tribun vip stadion King Power sejak Leicester bermain di kasta teratas Inggris musim lalu. Sosok itu adalah Vichai Srivaddhanaprabha, seorang konglomerat asal Thailand yang memiliki kekayaan USD 2,9 miliar menurut Forbes. Dirinya orang terkaya nomor sembilan di Thailand. Tak terlalu jor-joran dalam belanja pemain, Vich lebih mempercayakan kebutuhan tim kepada sang manajer tim.