3088802_heroa

Nusantarapost.com-  Manajer Manchester City itu menganggap pencapaian juara The Foxes musim ini hanya sebatas kejutan yang bersifat sementara. jangka panjang di papan atas Liga Primer Inggris karena tak punya kekuatan finansial hebat, menurut Manuel Pellegrini.

Selepas berjuang lolos dari jurang degradasi musim kemarin, The Foxes secara luar biasa membuat kejutan dalam kampanye  musim ini dengan sukses meraih gelar juara Liga Primer untuk kali pertama dalam sejarah klub.
Hanya saja, kesuksesan Leicester tersebut, dianggap Pellegrini, manajer Manchester City yang akan digantikan Pep Guardiola, susah untuk bertahan dalam periode lama apabila tak diiringi dengan penambahan kekuatan finansial.

“Saya tak berpikir apa yang dilakukan Leicester [menjadi kampiun] adalah sebuah pelajaran. Mereka adalah tim yang terorganisasi rapi dengan sedikit masalah cedera,” tutur juru taktik asal Cile itu kepada El Mundo.

“Mereka memang pantas meraih kesuksesan saat ini, tapi saya tak yakin mereka bakal mampu terus bertahan di papan atas dalam waktu delapan hingga sepuluh tahun ke depan. Seluruh klub besar punya latar belakang finansial kuat.”

“Apa yang dicapai Leicester sekarang ini, saya pikir mirip dengan yang saya bukukan saat bersama Villarreal yang ketika itu mampu  finis di urutan kedua klasemen akhir La Liga [musim 2007/08].”

Untuk urusan fenomenal Pellegrini sepertinya sudah kenyang makan asam garam dengan masalah itu bukan hanya saat berada di Villareal saja dirinya bisa “beruntung” untuk menjadi batu sandungan dua raksasa Spanyol yang sedang bersitegang merebut gelar La Liga Spanyol. bahkan sepak terjangnya di Liga Inggris di awal musim 2014 lalu adalah sebuah fenomenal betapa tidak Pellegrini tidak perlu waktu lama untuk membawa Manchester City juara di musim perdananya di inggris dia langsung bisa membawa Aguero dkk ke puncak klasmen Liga inggris meskipun secara materi tim Pellegrini sudah di manjakan dengan limpahan dana segar yang tak terbatas untuk berbelanja pemain sesuka hatinya

Hal lain justru di tunjukan oleh Ranieri butuh waktu lama memang bagi Ranieri untuk meramu skuad Leicester menjadi skuad yang di takuti lawannya itu karena Ranieri tidak di bekali dengan dana yang cukup untuk berfoya foya membeli pemain praktis rekrutan termahalnya hanya tersematkan nama Ulloa yang di transfer dari Southampthon