TSC-2016

Nusantarapost.com- Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 telah menyelesaikan putaran pertama. Tercatat, ada sembilan pertandingan yang tersaji di pekan tersebut, sejak dimulai pada 29 April lalu.

Dari sembilan laga yang ada, terdapat banyak kejutan, intrik, hingga drama yang tercipta di lapangan hijau. Mulai dari tiga tim tuan rumah yang menderita kekalahan, yakni Persela Lamongan, Barito Putera, dan PS TNI, hingga terciptanya gol bunuh diri Kiko Insa dan kartu merah yang diterima Gerald Pangkali.

Sementara ini, Arema Cronus memuncaki klasemen sementara dengan tiga poin. Itu setelah, mereka menaklukkan Persiba Balikpapan dua gol tanpa balas di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (1/5) lalu.
Dari berbagai hasil yang ada, Goal Indonesia telah memilih siapa saja yang layak masuk dalam susunan tim terbaik TSC 2016 pekan I. Pemilihan para pemain ini berdasarkan pengamatan ataupun pendapat dari para koresponden Goal Indonesia, yang melihat performa sang pemain. Pada akhirnya, disaring kembali melalui sidang redaksi. Berikut ulasannya:

Untuk posisi penjaga gawang, kiper Persija Jakarta Andritany Ardhiyasa, dinilai layak mengawal gawang tim terbaik pekan ini. Dia mampu menjaga dengan sigap gawang Persija saat lawan tim tangguh Persipura. Meski kerap mendapat tekanan, Andritany cukup tenang mengantisipasi bola yang menuju ke gawangnya.

Pada susunan tim pekan ini, ada tiga bek yang terpilih mengawal lini belakang tim. Mereka adalah Supardi Nasir (Sriwijaya FC), Hamka Hamzah (Arema Cronus), dan Ambrizal Ammar (Persegres Gresik United).
Supardi mampu menjadi momok bagi serangan Persib. Dia bermain dengan lugas dan agresif dalam memotong laju serangan yang dibangun mantan timnya itu. Sementara Ambrizal menjadi salah satu pilar penting Gresik United saat meraih tiga poin di kandang Persela. Ambrizal mendominasi duel udara dan rajin memotong umpan yang masuk ke pertahanan Laskar Joko Samudro. Hamka pun menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus para pemain Persiba. Bahkan, dia mencetak gol pembuka kemenangan Arema di laga perdana.

Di lini tengah, kami menempatkan satu gelandang bertahan yaitu Achmad Jufriyanto dariSriwijaya FC. Penampilannya yang lugas dan tak kenal kompromi mampu menjadi peredam agresivitas para penggawa Persib. Di samping itu, ada dua pemain lincah Riko Simanjuntak (Semen Padang) dan Slamet Nurcahyono (Madura United), yang menjadi kunci permainan saat tim mereka meraih kemenangan di laga perdana. Bahkan, Slamet mencetak satu gol kemenangan bagi Laskar Sape Kerrab atas PS TNI.

Lini tengah diperkuat dengan agresivitas dari gelandang Bali United, I Gede Sukadana, dan juga visi bermain yang baik dari gelandang Arema, Srdan Lopicic. Lopicic pun menjadi salah satu aktor terciptanya dua gol Arema ke gawang Persiba. Karena dua gol itu berasal dari dua eksekusi bola mati yang dilepaskannya.

Di lini depan, ada nama striker sekaligus kapten Persipura Jayapura, Boaz Solossa. Memang Boaz tidak mencetak gol di laga perdana melawan Persija, tapi itu lebih kepada faktor tidak beruntung saja sekaligus penampilan kiper Andritany yang memang luar biasa di laga tersebut. Selain itu, kembalinya Boaz memang benar-benar mengangkat moral tim sekaligus permainan dari tim Mutiara Hitam. Di samping itu, ada juga nama striker Persib, Tantan, yang menjadi penyelamat bagi timnya di menit-menit akhir saat berhadapan dengan Sriwijaya FC.

Dan yang terpilih menjadi juru taktik tim ini adalah pelatih Arema, Milomir Seslija. Milo terbukti mampu menginstruksikan strateginya dengan baik kepada anak asuhnya, meski mendapatkan perlawanan yang sengit dari para pemain Persiba. Arema berada di puncak klasemen sementara, sudah menjadi cukup bukti bagaimana lihainya pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu meracik Cristian Gonzales dan kawan-kawan