yuyun

Nusantarapost.com – Kisah tragis meninggalnya Yuyun, siswi SMP yang di perkosa oleh 14 pemuda secara bergilir hingga tewas mengundang simpati publik. Korban di temukan tewas di dalam jurang dalam keadaan membusuk.

jenazah di temukan dengan kondisi nyaris tanpa busana dengan kaki dan tangan di ikat. Dalam beberapa hari kepolisian Resor Rejang Lebong, Bengkulu, meringkus 12 Remaja pelaku pemerkosaan Yuyun.

Kepala Polres Rejang Lebong Ajun Komisaris Besar Polisi Dirmanto mengatakan, 12 pelaku itu masing-masing berinisial De (19), To (19), dan Da (17). Ketiga warga Desa Kasie Kasubun, Padang Ulak Tanding, itu ditangkap pada Jumat (9/4/2016).

Dari pengembangan kasus tersebut, pada keesokan harinya, Sabtu (10/4/2016), giliran Su (19), Bo (20), Fa (19), Za (23), Fe (18), Al (17), Su (16), dan Er (16), semuanya warga Kasie Kasubun, diringkus polisi.

Kasus ini mendadak di perbincangkan oleh sejumlah kalangan di media sosial. Sebagai bentuk simpatinya mereka bahkan membuat komunitas dengan nama #NyalaUntukYuyun.

hal ini merupakan bentuk perlawanan dan solidaritas netizen terhadap meninggalnya Yuyun yang berusia 14 tahun dan merupankan Siswi SMP di Desa Padang Ulak Tanding, Kecamatan Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada pertengahan April 2016 yang diperkosa 14 pemuda saat pulang sekolah.

Juniarti, Manajer Program Cahaya Perempuan Women Crisis Center, menyebutkan, sudah seharusnya darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak ditetapkan di daerah Rejang Lebong, Bengkulu.

Ia bahkan menyebutkan, sepanjang 2016, terdapat 36 kasus kekerasan anak dan perempuan yang terjadi.

Sebelumnya, di Kabupaten Rejang Lebong pada tahun 2015, peristiwa kekerasan mencapai 84 kasus.

“Pemberlakuan darurat kekerasan anak dan perempuan wajib dilakukan Pemda Rejang Lebong agar Pemda memiliki arah dan tujuan jelas dalam penuntasan persoalan ini,” kata Juniarti.

Aksi #NyalaUntukYuyun mendapatkan perhatian banyak pihak dan viral di jejaring sosial.

“Disaat kita merayakan #hardiknas, ada anak usia 14 tahun yang dirampas masa depan dan hidupnya. Diperkosa 14 orang dan dibunuh!#NyalaUntukYuyun,” tulis Luluk Hamidah dalam akun Twitter-nya.