tips wisata ramah lingkungan.jpg

Nusantarapost.com РBerwisata memang dipercaya dapat menghilangkan kepenatan dan kejenuhan sehari-hari dan tentunya dapat membuat hidup lebih indah dan menarik. Tidak  mengherankan apabila banyak dari kita yang menyempatkan diri untuk berwisata ke tempat-tempat yang alami, indah ataupun tempat yang memang khusus untuk tujuan wisata. Berwisata, mengapa harus peduli lingkungan?

Pertanyaan besar diatas didasari atas fakta bahwa semakin sering perjalanan dilakukan maka akan semakin banyak pula sumber daya alam yang digunakan. Hal tersebut juga berkaitan dengan seberapa besar polusi yang dihasilkan, seberapa banyak sampah yang dihasilkan, serta seberapa besar kerusakan lingkungan yang dirasakan. Banyaknya perjalanan yang dilakukan oleh masyarakat dalam setiap bulannya, entah itu menggunakan pesawat, kapal laut, kendaraan pribadi atau kereta api, yang semuanya itu menggunakan BBM sebagai sumber energi.

Lalu, berapa banyak hotel serta penginapan yang harus menyediakan kamar-kamar dengan lampu terang-benderang pencahayaannnya serta seberapa besar energi yang digunakan untuk keperluan peralatan elektronik lainnya.

Yup, berwisata memang mengasyikan, tetapi tanpa disadari berwisata dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan, terutama dari segi emisi gas karbon. Selain itu, tidak jarang kawasan wisata yang sebelumnya memiliki pemandangan yang mempesona, rusak akibat kunjungan para pelancong yang tidak mempedulikan kelestarian alam di lokasi pariwisata tersebut. Seperti rusaknya bunga-bunga akibat orang-orang yang menginjak hanya untuk berfoto. Apa yang perlu diperhatikan sebelum berangkat menuju tempat wisata?

tips murah ramah lingkungan.jpg

1. Menentukan tujuan wisata

Hal ini menjadi salah satu pertimbangan karena seberapa jauh perjalanan yang akan ditempuh, seberapa banyak bekal yang harus  dipersiapkan, alat transportasi apa yang akan digunakan, serta dimana kita menginap. Hal tersebut menentukan seberapa besar penggunaan sumber daya alam yang akan digunakan.

2. Menentukan alat transportasi

Jika sudah menentukan tujuan, maka mulai pikirkan alat transportasi apa yang akan digunakan. Jika bisa dengan menggunakan transportasi umum, maka lebih baik gunakanlah transportasi umum. Jika bisa menggunakan bus atau kereta api maka tidak perlu menggunakan pesawat. Karena menggunakan pesawat semakin banyak emisi gas karbon yang terbuang dan hal tersebut akan berdampak pada pemanasan global. Tetapi jika terpaksa harus menggunakan pesawat maka carilah pesawat yang langsung menuju tempat tujuan.

3. Bawa bekal

Jika perjalanan wisata yang tidak cukup jauh alangkah baik dapat mempersiapkan bekal makan dari rumah untuk makan selama diperjalanan.

4. Cek kondisi rumah sebelum ditinggal

Sebelum meninggalkan rumah pastikan saluran listrik, air, dan selang kompor gas sudah dalam kondisi mati.

Beberapa hal diatas paling tidak merupakan hal standar yang menjadi pertimbangan sebelum berwisata. Selanjutnya, saat telah sampai ditujuan ada beberapa hal yang perlu pertimbangkan yaitu:

  1. Pilih Hotel/penginapan yang ramah lingkungan. Hotel/penginapan ramah lingkungan yang dimaksud adalah yang memiliki pengolahan sampah cukup baik (organik & anorganik), memelihara kelestarian lingkungan hotel termasuk dengan membiarkan burung-burung yang ada berterbangan bebas, merawat tanaman/pohon yang dapat mendatangkan burung-burung serta sebagian besar karyawan berasal dari penduduk lokal. Kenapa penduduk local, karena jika sebagian besar karyawan adalah masyarakat sekitar maka penggunaan bahan bakar untuk menuju ke tempat kerja akan berkurang, hal tersebut mengurangi emisi gas yang terbuang ke udara.
  2. Jika makan di luar hotel, pilihlah restaurant yang memiliki menu masakan lokal. Mengapa masakan lolal dipilih, karena masakan lolal tidak membutuhkan bahan yang diambil dari tempat yang jauh, yang membutuhkan bahan bakar yang banyak untuk mendatangkannya.
  3. Bawa perlengkapan mandi (shampoo,sabun,pasta gigi,lotion sendiri) sehingga tidak perlu membeli lagi di lokasi wisata, hal tersebut juga akan mengurangi sampah.
  4. Jika membeli cinderamata belilah yang bersifat local,yang diproduksi oleh orang lokal karena jika membeli bukan barang lokal maka biaya mendatangkan barang dari tempat yang jauh serta penggunaan bahan baker juga akan bertambah. Hal tersebut menambah emisi gas buang yang terbang ke udara. Selain itu jangan membeli suvenir yang berbahan dari bagian tubuh satwa. Karena jika ada pembeli, maka akan ada satwa yang mati untuk dijadikan suvenir.
  5. Gunakan kamera digital, jangan menggunakan kamera foto langsung jadi. Karena hasil dari kamera digital dapat kita pilih untuk dicetak, berbeda dengan kamera langsung, jika kita tidak cocok maka akan minta difoto lagi. Sementara hal tersebut akan menambah sampah, selain juga boros biaya.
  6. Bawalah tas belanja sendiri. Dengan membawa tas belanja sendiri maka anda mengurangi penggunaan sampah plastik/kertas.