A Gojek driver rides his motorcycle through a business district street in Jakarta, June 9, 2015. Jakarta's traffic jams are a constant vexation for the city's 10 million residents. The Indonesian capital's glaring inefficiencies have also created opportunities for the likes of Makarim, who has launched a smartphone app, GO-JEK, that lets users summon a motorbike rider to weave them quickly through gridlocked traffic, deliver a meal or even get the shopping. Picture taken June 9, 2015. REUTERS/Beawiharta

Nusantarapost.com – Nadiem Makarim, Pendiri Gojek, sering mengelu-elukan tentang Gojek sebagai karya dari anak bangsa. Memang, bila kita lihat sekilas, Gojek benar-benar tampak seperti karya dari anak bangsa lantaran kompetitor terbesar di Gojek (Grab dan Uber) merupakan perusahaan asing.

Bahkan, belum lama-lama ini, video dari Nadiem Makarim pendiri Go-Jek berbicara secara blak-blakan mengajak kepada UberMoto dan driver Grab untuk pindah ke Go-Jek. Misalnya, di akhir video , Nadiem mengatakan “Jika Anda punya keinginan untuk membela negara, jika Anda punya semangat 45 yang berkobar, gabunglah dengan karya dari anak bangsa. Salam satu aspal!”

Sementara di awal-awal video itu, Nadiem berkata, “Go-Jek ingin membanggakan Indonesia. Sesuai dengan prinsip ini sendiri, kami baru saja meluncurkan program yaitu Kembali ke Merah Putih. Dimana semua UberMoto dan driver Grab yang mau berpindah, akan langsung diterima masuk keluarga besar Go-Jek.”

Bagaimanakah seharusnya menyikapi klaim tersebut?

  • Suntikan Dana
    Dana memainkan peran yang sangat penting bagi perusahaan-perusahaan di mana pun. Adapun penyuntik dana di balik perusahaan Gojek, menurut data yang kami peroleh dari Crunchbase, antara lain dari NSI Ventures dan Sequoia Capital. Namun, sayang sekili nilai dari nominal nya tidak diketahui.
    Data lain yang kami dapatkan dari Tech in Asia pun berisi hal yang sama: NSI Ventures dan Sequoia Capital merupakan pemodal dari perusahaan Gojek.
  • Akuisisi Startup India
    Menurut CrunchBase, bahwa Gojek melakukan langkah-langkah strategis dengan mengakuisisi C42 Engineering. C42 Engineering yang merupakan startup baru dari teknologi berbasis India. Selain itu juga, pada informasi dari Next Big What, Gojek juga mengakui sisi CodeIgnition.

Sidu Ponnappa, Cofounder dan director C42 Engineering , mengatakan bahwa Gojek pada awalnya Gojek merupakan klien dari perusahaan mereka. “Kami telah membangun sistem dari mereka selama beberapa bulan ini sebagai konsultan kami, sehingga merekapun tahu kemampuan dari kami dengan baik dan mereka sudah bersandar pada kami. Karya kami ini telah berkontribusi terhadap volume transaksi harian yang akan meningkat 40x lipat pada saat pembicaraan tentang akuisisi dimulai,” kata Sidu.

menurut Sidu, Rencana awalnya, adalah mereka mempunyai keinginan untuk membangun seatu pusat riset & pengembangan (Research and Development Centre) di Negara India untuk mempekerjakan orang-orang yang berpengalaman.

Sidu mengatakan, Setelah bekerjasama dengan C42 Engineering selama beberapa bulan, Gojek menganggap lebih baik bisnis mereka untuk mengakusisi dari C42 Engineering dari pada mereka memulai dari 0 atau awal.

Berikut ini jabatan lengkap para pendiri C42 Engineering yang diakusisi oleh Go-Jek.

  • Niranjan Paranjape berkerja sebagai Chief Architect Go-Jek
  • Sidu Ponnappa – Managing Director Go-Jek India, Director Go-Jek
  • Ajey Gore berkerja sebagai Chief Technology Officer Go-Pay (digital payment baru
  • Go-Jek, sebelumnya bernama Go-Jek Credit, dengan peningkatan sejumlah fitur)
  • Aakash Dharmadhikari berkerja sebagai Chief Product Officer Go-Jek

Selain itu juga, mereka berempat juga masuk ke jajaran dewan direksi (Board of Directors) Go-Jek. Dari ke-2 penjelasan di atas tersebut, benarkah klaim dari Go-Jek sebagai karya dari anak bangsa? Beri komentar atas pendapat kalian?