ekonomi-

Nusantarapost.com – Presiden Jokowi mengingatkan bahwa, sinergi dan sinkronisasi merupakan kata kunci agar bisa terwujud pembangunan nasional efisien dan efektif dan makin membaik dengan berkembangnya waktu ke waktu.

 

“Kita tidak mau lagi mengulang-ulang  tradisi-tradisi yang lama di mana banyak kegiatan seperti perencanaan dan penganggaran banyak dan ada juga yang tidaknyambung, tidak sinkron sama sekali. Antara yang direncanakan begitu beda dengan yang didalam anggarkan sehingga tujuannya menjadi meleset dari sasaran yang ingin di capai atau di rencanakan” Ungkap Presiden Jokowi.

 

Saat ini sediri bapak Presiden Jokowi menegaskan bahwa, prinsip money follow function sudah tidak berlaku lagi di pemerintahan ini akan tetapi money follow programe yang sekarang di kedepankan sehingga perencanaan bisa betul-betul terkonsolidasi, terintegrasi, antarwilayah,  terorganisir antarsektor, antara daerah danpusat begitu juga sebalik nya.

 

“tidak ada lagi yang namanya ego sectoral sekarang. Kita semua harus mulai berorientasi pada pemanfaattan program yang ada, kepada rakyat luas dan sejauh mana program tersebut bisa mendorong multiplier effect,” Ungkap Jokowi.

 

Mengenai penganggaran yang di bahas oleh bapak Presiden Jokowi, dia juga meminta agar seluruh kementerian untuk berfokus dalam bidangnya. Program yang kini sudah menjadi prioritas harus lebih di kedepankan agar realisasinya tidak lagi tertunda dan dapat mengakibatkan merugikan rakyat.

 

“Dan saya meminta agar kualitas penganggaran, kualitas perencanaan, betul-betul di tingkatkan bagaimana detilnya sehingga setiap kementerian dan lembaga-lembaga bisa mengendalikan langsung dari perencanaan dan penganggaran yang sudah direncanakan di lembaga dan kementerian masing-masing” Ungkap Jokowi