unilever-logo

Nusantarapost – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat dalam hasil atau laba bersih yang diperoleh sebesar Rp 5,8 triliun pada tahun 2015. Laba tersebut tumbuh berkembang dua persen dibanding pada tahun 2014. Pertumbuhan laba ditopang oleh perkembangan penjualan yang naik sebanyak 5,7 persen menjadi Rp 36,5 triliun. Sangat membanggakan bagi PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Direktur Governance and Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Sancoyo Antarikso, mengatakan pada media pertumbuhan penjualan single digit sangat dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi Indonesia yang belum kondusif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun lalu hanya sebesar 4,8 persen. “Perseroan tetap berhasil memcatat pertumbuhan penjualan dalam negeri sendiri sebesar 6,6 persen pada tahun 2015. Namun, karena ada penurunan penjualan untuk ekspor, secara keseluruhan total pertumbuhan penjualan ditutup di 5,7 persen saja yang tetap akan positif,” kata dia dalam siaran pers, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Memang Ia mengakui kepada wartawan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat membaik pada tahun 2015. Akan tetapi, perseroan kembali tertekan oleh adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).Rupiah sendiri sempat terperosok jatuh sampai 14.697 ribu persatu dolar AS. Sementara, mayoritas biaya yang dikeluarkan perseroan bersinggungan dengan nilai tukar.”Hal itu menjadi tantangan besar bagi perseroan, karena sekitar 55 persen dari input cost kami berkaitan dengan hard currency‎, “katanya pada wartawan..

Meski menemui begitu banyak tantangan yang menghalang, perseroan tetap melakukan ekspansi pada tahun lalu.‎ Salah satu langkah yang dilakukan oleh perseroan ialah dengan strategi membuka pabrik bumbu masakan baru di daerah Cikarang. Pada tahun 2016 , pihaknya menyatakan akan terus berhati-hati dalam melakukan strategi bisnis dan menerapkan strategi yang akan di buat untuk memajukan dan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Kami akan tak henti-hentinya berfokus untuk memahami konsumen, menganalisis pergeseran perilaku dan preferensi mereka, untuk dapat mengembangkan inovasi yang secara jitu menjawab kebutuhan mereka” ungkap dia. Jadi Unilever akan berfokus untuk mencari tau apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan meneliti perilaku dan refrensi masyarakat agar membuat perkembangan yang terjadi menjadi lebih banyak.