pak radenNusantarapost.com – Drs Suyadi atau yang lebih akrab dipanggil Pak Raden dalam film boneka anak ‘Si Unyil’ dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Jum’at (30/10) pukul 22.00 WIB Di RS Pelni Petamburan, Jakarta Selatan.

Drs Suyadi atau Pak Raden ini lahir di Puger, Jember pada 28 November 1932. Beliau akhirnya tutup usia pada usia ke-82 tahun. Selama masa hidupnya Pak Raden ini telah menciptakan beberapa karya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Salah satu karya beliau yang tidak asing ditelinga masyarakat khususnya anak-anak adalah film boneka kartun yang begitu mendidik, menghibur dan sarat akan kekenatalan budaya Indonesia ‘Si Unyil’.

“Inna Lillahi wa inna ilaihi raji’un telah wafat kakek kami tercinta, guru bangsa, legenda dongeng Indonesia, maestro sketsa Indonesia Drs Suyadi (Pak Raden), pada hari Jumat malam jam 22.20 WIB. Mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar besarnya, segala salah, khilaf dan kekurangan,” tulis pesan pendek dari manajer Pak Raden, Prasodjo Chusnato, yang diterima pada Sabtu (31/10) dini hari.

“Jenazah beliau rencananya akan disemayamkan di kediaman Pak Raden di Jalan Petamburan 3, No.27, Jakarta Pusat,” lanjut pesan singkat Prasodjo.

Dalam perjalanan pendidikan beliau, pria yang dikenal dengan kumis melintang ini sempat mengecap dunia pendidikan Fakultas Seni Rupa di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1952 hingga 1960. Setelah tamat dari ITB beliau kedian melanjutkkan pendidikannya ke Perancis dan mulai belajar animasi pada 1961 hingga 1963. Setelah menyelesaikan program studinya di Perancis, Pak Raden langsung kembali ke Tanah Air dan langsung berkutat di pembuatan film ‘Si Unyil’ film yang begitu menghibur dan juga tidak lepas dengan nilai edukasi dan nilai kebudayaan Indonesia.

Bisa dibilang, Si Unyil karya Pak Raden merupakan tayangan edukasi anak yang menghibur dan sarat nilai Indonesia dan tidak akan tergantikan.