malwareNusantarapost.com – Sistem operasi Android kini memang sangat populer dikalangan masyarakat umum. Rata-rata semua pengguna handphone di seluruh dunia sudah memakai sistem operasi Android. Hal ini dikarenakan sistem ini sagatlah fleksibel dan multi fungsi. Namun seiring dengan kecanggihan sistem ini meninggalkan beberapa kelemahan yang sampai saat ini masih belum terpecahkan. Ya, sistem operasi Android sangat rentan dalam urusan keamanan. Kabar yang terbaru dari Universitas Cambridge bahkan menyimpulkan bahwa 87 persen smartphone Android memiliki masalah terhadap keamanan. Lembaga pendidikan itu telah melakukan sebuah penelitian menggunakan data yang dikumpulkan oleh aplikasi yang telah tersedia di Google Play sejak 2011 lalu yang bernama ‘Device Analyzer’. Sementara itu seperti yang telah dikutip oleh Arstechnica, Rabu (14/10/2015). Universitas tersebut telah mengumpulkan data daru Android Version dan informasi dari build number sebanyak lebih dari 20.400 perangkat.

Dari hasil studi itu diketahui penyebab kerentanan sistem operasi android itu disebabkan karena OEM (vendor). Vendor kerap kali terlambat bahkan gagal mengirimkan update untuk megambil kerentanan sistem operasi Android. Seiring penelitian itu berjalan, Universitas Cambridge juga memberikan penilaian mengenai vendor dari yang paling aman hingga yang paling rentan.

Dalam studi tersebut Universitas Cambridge menyebutkkan bahwa perangkat yang memiliki vendor paling aman adalah Nexus, Nexus menjadi perangkkat yang paling aman dalam sistem keamanan karena Nexus memiliki Google Nexus yang merupakan vendor yang giat mendorong perangkat Nexus unntuk melakukan update. Namun Google Nexus sendiri masih banyak kritikan karena cara yang mereka lakukan masih tergolong lambat. Selain itu problem lainnya adalah vendor biasanya tidak lagi mengirimkan update kepada perangkat yang telah berusia 2 tahun. Meskipun beberapa waktu lalu para vendor telah membuat komitmen untuk mengirimkan vendor dalam setiap bulannya, namun jika kebijakan ini tidak bisa diterapkan pada perangkat lawas, tetap saja tidak menghasilkan solusi.

Untuk itu dalam studi ini menyarankan agar para vendor mengirimkan update berkala secara rutin kepada perangkat pintar untuk menambal kerentanan pada sistem operasi Android.