masnauliNusantarapost.com – Siapa sih yang tidak sedih bila orang yang sangat dicintai pulang dan tak akan kembali untuk selama-lamanya. Begitupula yang dirasakan oleh anak-anak almarhumah Masnauli Hasibuan (58), warga Sisoma, Kecamatan Sosa, kabupaten Padanglawas, yang menjadi korban runtuhnya crane di Masjidil Haram, Makkah, Jum’at 17.00 waktu setempat.

Isak tangis anak korban pun membludak ketika ratusan pelayat mendatangi rumah mereka. Mereka seakan-akan tidak menyangka bahwa Masnauli Hasibuan menjadi korban dalam tragedi ini. Ternyata, banyak firasat aneh yang dirasakan oleh anak-anak korban sebelum kejadian tersebut.

Salmaidah Nasution (25)yang merupakan anak kandung korban mengungkapkan, beberapa hari sebelum mendengar orang tuanya meninggal ia bermimpi melihat angin yang sangat kencang. Selain itu ia juga bermimpi giginya patah. setelah terjaga dari tidurnya ia merasakan ada hal yang mengganjal dan seketika perasaannya menjadi tidak enak. Namun, ia tidak memikirkan hal-hal yang negatif terhadap orang tuanya yang tengah menunaikan ibadah haji.

Firasat anaeh ternya tak hanya dirasakan oleh Salmaidah Nasution, saudaranya Nurhabibah Nasution (41) pun merasakan hal yang sama sebelum korban meninggal. Sebelum tragedi runtuhnya crane de Masjidil Haram yang merenggut nyawa ibundanya ia bermimpi kalau rumah ibunya ini terbakar “Dalam mimpi itu, saya melihat rumah orang tua saya terbakar” ujarnya. Setelah bermimpi seperti itu perasaan Nurhabibah pun langsung menjadi tak menentu.

Selain itu sebelum beragkat menunaikan ibadah haji Masnauli juga sering memberi amanah kepada anak-anaknya agar mereka tidak pernah bertengkar sesama saudara. Menurut Nurhabibah selama sang ibunda memberikan amanah kepada anak-anaknya ia seringkali menangis karena akan berpisah dengan anak-anaknya. ” Sebelum ibu pergi kke Makkah, orang tua saya sering menangis arena akan berpisah dengan kami” ujar Nurhabibah.

Jika kedua anak Masnauli merasakan hal aneh sebelum ibundanya meninggal maka lain lagi dengan putra Masnauli Dirman Nasution (38). Dirman menuturkan sebelum ibunya pergi menunaikan ibadah haji, Masnauli menyebutkan kalimat yang aneh. Kalimat itu “Saya tidak mau mati di Makkah, saya mau mati disini saja” kata Masnauli. Mendengar ucapan sang bunda Dirman sontak langsung bertanya “Kenapa ibu ngomong seperti itu”. Namun Masnauli tidak bisa menjawab pertanyaan dari anaknya dan terus menangis.

Masnauli dimata tetangga dan warga kampung didesanya sebagai perempuan yang baik. Meskipun ia hanya seorang petani ia masih bisa menabung untuk menunaikan ibadah haji meskipun tanpa bantuan dari sang suami yang sudah meninggal terlebih dahulu. Selain itu Masnauli merupakan pribadi yang ramah. dalam hidupnya ia tak pernah mengecewakan tetangga-tetangganya. Semoga amal ibadah ibu Masnauli di terima disisi Alloh SWT.

#PrayforMakkah