upacaraNusantarapost.com – Pemerintah India sepertinya mempunyai kebijakan khusus untuk menangani beberapa warga yang suka melakukan foto selfie. Kebijakan tersebut berupa larangan mengambil foto selfie saat perayaan besar keagamaan. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya pengunjung yang menjadi korban terinjak pada saat melaksanakan upacara keagamaan.

Larangan ini langsung diterapkan pada Khumbh Mela, sebuah ziarah besar-besaran yang dilakukan oleh warga Hindu yang dilakukan setiap tiga tahun sekali. Acara ini sekarang sedang berlangsung di negara bagian Maharastha.

Larangan ini diberlakukan setelah tim peneliti mengatakan data yang ada memperlihatkan ketika warga berhenti satu menit saja untuk berselfie, maka akan terjadi tindakan saling dorong-mendorong warga yang mengakibatkan warga yang memiliki fisik lemah akan terjatuh dan terinjak-injak oleh orang lain yang ada dibelakangnnya.

larangan ini juga berlaku pada tangga tempat umat mandi di sungai Godavari yang akab berlangsung bulan ini. Sejumlah media pun juga sudah menyebutkan ampir tiga jutta peziarah sudah berada di Kumbh Mela.

Hari mandi adalah saat terpenting dari enam hari Kumbh Mela, yang disebut sebagai tempat berkumpulnya manusia terbanyak di dunia.

Diperkirakan para peziarah yang akan mandi di sungai Godavari adalah sekitar seratus juta orang lebih dalam waktu 55 hari. Umat Hindu percaya festival berendam di Sangam, yaitu pertemuan sungai Gangga, Yamuna dan Saraswati, akan menghapus dosa-dosa mereka.