bule4Nusantarapost.com – Negara Indoesia memang memiliki kekayaan yang luar biasa. Kekayaan Indonesia meliputi segala aspek, mulai dari kekayaan alam hingga kekayaan budaya. Ya, Indonesia memang memiliki beragam budaya yang patut untuk dilestarikan. Keragaman budaya itulah yang membuat para pelancong dari seluruh dunia beramai-ramai datang ke Indonesia untuk melihat bahkan mempelajari budaya di negara ini.

Melihat orang Indonesia terutama orang Jawa bermain gamelan adalah pemandangan yang sudah biasa. Namun bagaimana jadinya kalau yang bermain gamelan adalah orang asing ? tentunya terasa aneh. Tapi pemandangan ini memang ada.

bule2

Grup gamelan tersebut berasal dari Universitas Berkeley, California, USA. Grup yang bernama Sari Raras ini rata-rata personilnya adalah orang bule. Nama Sari Raras sendiri berasal dari bahasa jawa yang bermakna memainkan melodi yang enak untuk didengar. Setelah di usut ternyata grup gamelan ini memang sudah ada di Universitas Berkeley sejak tahun 1998 yang didirikan oleh Kepala Departemen Musik Universitas Berkeley, Ben Brinner.

Di Universitas tersebut ada juga mata kuliah karawitan yang ternyata memiliki banyak peminat disana. Hal ini terbukti dengan banyaknya alumni dari kelompok ini.

Gamelan sebenarnya sudah berada di Universitas Berkeley California sejak tahun 1972. Pada waktu itu sudah ada seperangkat gamelan, namun belum bisa menggunakannya. Alasannya, belum ada tenaga pengajar yang paham menggunakan gamelan.

bule5

Perlahan tapi pasti, para mahasiswa disini pun mulai mempelajari gamelan jawa. Hingga akhirnya seorang dalang yang berasal dari Indoonesia yang bernama Ki Midiyanto dipercaya untuk mengajarkan gamelan di Universitas Berkeley selama 15 tahun.

Ki Midiyanto menerangkan bahwa pemain gamean Sari Raras ini sudah terbiasa dengan bahasa Indonesia. Bahkan dari beberapa orang yang bergabung di kelompok tersebut sudah fasih berbicara bahasa Indonesia. Salah satunya adalah Peter Gerellick yang merupakan ketua dari kelompok ini.

Belum lama ini grup gamelan Sari Raras datang ke Yogyakarta untuk kesekian kalinya dalam acara yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Yogyakarta. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi dalam grup ini yang menyinden adalah para mahasiswa yang belajar di Universitas Berkeley itu sendiri yang notabenya adalah warga asli Amerika. Para penyinden tersebut bernama Maegan O’Donahue, Jessika Kenney dan Susan Walton.