suharno

Nusantarapost.com – Kabar duka kembali menghampiri para pemain Indonesia. Bukan karena kompetisi Liga Indonesia yang belum mendapat persetujuan dari FIFA untuk digulirkan kembali, namun kabar ini berasal dari pelatih Arema Malang, Suharno yang menghembuskan nafas yang terakhir di Puskesmas Pakishaji Malang, Rabu (19/8).

Pelatih yang selama ini menangani Arema Malang ini tiba tiba roboh dan tak sadarkan diri setelah ia menemani sesi latihan Arema. Suharno tidak sadarkan diri ketika pelatih ini dalam perjalanan pulang setelah bertemu dengan manajen arema. Tentunya hal ini menjadi kesedihan tersendiri bagi Arema yang harus kehilangan pelatih penuh pengalaman itu.

Selama di latih Suharno Arema mengalami peningkatan dalam hal cara bermain terutama disektor tengah. Sang pelatih ini menerapkan gaya bemain yang bisa dikatakan mirip dengan Barcelona. Pelatih ini lebih mengedepankan penguasaan bola dengan ditambahi pergerakan-pergerakan tajam yang menusuk jantung pertahanan lawan.

Meskipun sudah dilarikan ke puskemas terdekat namun tetap saja tidak dapat menolong nyawa pelatih yang tahun ini telah berusia 55 tahu tersebut. Kabar meninggalnya pelatih tim Singo Edan itu sendiri sudah dikonfirmasikan oleh CEO Arema, Iwan Budianto.

“Innalillahi wa innaiaihi rajiun, telah berpulang ke rahmatullah pelatih tercinta kita Suharno, malam ini di Puskesmas Pakisaji. Mohon maaf bagi yang sebesar besarnya apabila ada tutur kata ataupun perbuatan yang sallah” Ucap CEO Arema tersebut.

Kepergian almarhum tentunya memberikan kesedihan yang amat mendalam bagi sahabatnya, Ibnu Graham. Ibnu yang sekarang menukangi Persebaya Surabaya mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas wafatnya pelatih kelahiran klaten tersebut. Bagi Ibnu Suharno adalah sosok pelatih yang memiliki attitude sangat bagus, sangat sopan dan mudah akrab dengan siapa saja.