aksi sepeda hadang mogeNusantarapost.com – Di Media Social sedang ramai di perbincangkan aksi seorang pengendara yang berani memberhentikan rombongan Motor Gede (moge), Aksi seorang yang bernama Elanto Wijoyono mendapat dukungan publik karena membela hak pengguna jalan.

Aksi yang dilakukan oleh Elanto Wijoyono ini dilakukan di Jogyakarta saat konvoi motor gede, yang bertepatan dengan acara bike Rendezvous (JBR) ke-10.

Acara yang digelar sejak Jumat 14 Agustus 2015 hingga Senin 17 Agustus 2015 itu mulai menarik perhatian masyarakat. Salah satunya adalah sesama pengguna jalan raya pengendara sepeda.

Dengan berhenti di tengah jalan memalangkan sepedanya, dia menghalangi moge yang akan melintas. Aksi pesepeda nekat ini kontan menimbulkan reaksi dari para penunggang kuda besi besar itu dan mereka sempat berdebat.

Mungkin pada penasaran kali ya kenapa Elanto Wijoyono melakukan aksi penghadangan terhadap pengemudi Harley, ada 3 hal kenapa Mas Elanto Marah.
.
1. Memakai Pengawalan Polisi
2. Memakai Sirene saat Konvoy
3. Melanggar Peraturan Lalu Lintas.
.
Berikut Pasal yang mereka langgar
.
Dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, lampu rotator dan sirine tak bisa digunakan oleh sembarang kendaraan. Dalam ayat (1) dan ayat (2) dituliskan sebagai berikut:
A. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk mobil petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia.
.
B. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, dan jenazah.
.
C. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.
.
Terhadap pelanggar ketentuan tersebut dapat di kenakan ketentuan pidana sesuai dengan Pasal 287 Ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah).”

Pensaran dengan video nya ? Lihat videonya dibawah ini :

Bagaimana pendapat kalian dengan video tersebut berikan komentar di bawah ini.

SHARE
Full-time blogger, social media activist, dan internet marketer. Setiap hari kerjaan nya di depan laptop terus, yang membuat dia galau cuma satu "gak ada #koneksiinternet" -_-