Kemenpora dalam acara diskusi kamisan sumber google.co.id
Kemenpora dalam acara diskusi kamisan sumber google.co.id

Nusantarapost.com –¬†Jokowi berharap keputusan ini bisa membenahi keboborkan yang ada pada pengelolaan sepak bola Indonesia. Dengan begitu ia yakin Indonesia bisa meraih prestasi di level internasional.

“Ini perlu saya sampaikan, coba dilihat dulu selama 10 tahun prestasi kita tuh apa? Ini saya punya catatan. Dari 2002, 2006 dan 2010 kita tidak lolos kualifikasi Piala Dunia. Asia saja tidak lolos. Kemudian AFC 2004 sampai babak I, tahun 2007 juga babak I. Tahun 2011 tidak lolos kualifikasi di tingkat Asia,” ucapnya, Sabtu (30/5/2015).

“Lalu dilihat dari peringkat di FIFA sejak 2012 saya punya semuanya. Pada 2012 kita di angka 156 dari semua negara. Lalu 2013 peringkat 161. Kemudian 2014 peringkat 159, 2015 juga sama. Kita ini ingin ikut event internasional apa prestasi? kalau hanya ingin event internasional tapi selalu kalah, kebanggan kita ada dimana?” lanjutnya.

“Pembenahan total artinya reformasi total. Pembenahan organisasi, pembenahan sistem, pembenahan manajemen. Karena di tingkat pemain saya lihat bagus. Prestasi individunya juga bagus. Tapi di level ini harus ada pembenahan. Kalau terjadi pembekuan memang harus ada sebab ini yang diperlukan sebagai langkah pembenahan. Soal tenggat waktu tanyakan ke Kemenpora, jangan ke Presiden,” ucapnya lebih lanjut.

“Kita ikut terus event internasional, tapi kalah terus, kalah lagi, kalah lagi. Yang ingin kita lakukan adalah pembenahan total. Pembenahan total daripada kita punya prestasi seperti itu terus sepanjang masa,” tegasnya.

Jokowi memang belum memberikan ijin Menpora untuk mencabut SK Penghentian PSSI Maka dari Itu Menpora tau bahwa Presiden mendukung upaya perbaikan Sepak Bola Nasional Oleh Kemenpora.