Tambang Sumber Gambar Wikipedia.id
Tambang Sumber Gambar Wikipedia.id

Nusantarapost.com – Jakarta, 28 Mei 2015 – Menko Perekonomian Sofyan Djalil, memimpin langsung Rapat Koordinasi Kebijakan Ekspor Mineral Terkait Revisi PP Nomor 1 Tahun 2014. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo dan Menteri PPN/Bappenas Andrinof Chaniago. Rakor dilaksanakan dalam rangka peninjauan kembali kebijakan larangan ekspor mineral yang dimaksudkan untuk memperbaiki neraca perdagangan dan memperkuat nilai tukar rupiah. Adapun usulan kebijakan relaksasi larangan ekspor bijih/olahan nikel dan bauksit menjadi salah satu bahasan yang didiskusikan dalam rakor tersebut.

Untuk melaksanakan usulan kebijakan terkait relaksasi larangan ekspor bijih/olahan nikel dan bauksit diperlukan dasar hukum yang kuat, yakni revisi PP Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas PP Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Usulan kebijakan relaksasi larangan ekspor bijih/olahan nikel dan bauksit tersebut diharapkan dapat membantu PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dalam menyelesaikan proyek feronikel.
Namun demikian, rakor yang diselenggarakan di Kantor Kemenko Perekonomian RI tersebut, menyepakati bahwa pemerintah tidak merelaksasi larangan ekspor bijih/olahan nikel dan bauksit.
“Kita sudah sepakat disini relaksasi adalah tidak, kemudian solusi kepada Aneka Tambang, saya akan bicara dengan Menteri BUMN”, ujar Menko Perekonomian.
Pernyataan Menko Perekonomian tersebut menegaskan kembali bahwa pemerintah tetap konsisten dengan kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah (ore). sumber ekon.go.id