Inillah Contoh Teks Pidato Puisi Kemerdekaan 17 Agustus 2016 HUT RI Ke-71 Indonesia

Puisi Kemerdekaan 17 Agustus 2016Inillah Contoh Teks Pidato Puisi Kemerdekaan 17 Agustus 2016  HUT RI Ke-71 Indonesia Peringatan 17 agustus selalu dirayakan setiap tahunnya untuk memperingati setiap tetes darah para pejuang yang telah rela berkorban untuk kemerdekaan Republik Indonesia (RI), setiap warga negara indonesia besok akan memperingati HUT RI ke-71 dengan serangkaian kegiatan.

Sebagian kecil untuk memeriahkan ulang tahun Kemerdekaan dengan mamasang bendera merah putih sebagai bentuk kecil dari rasa cinta masyarakat indonesia terhadap tanah air. banyak hal positif yang dapat dailakukan untuk mengisi hari kemerdekaan ini sebagai generasi muda penerus bangsa, berkaryalah untuk selalu memajukan serta mensejahterakan bangsa serta negara .

Sebagai bentuk rasa bahagia bersama datangnya hari bersejarah untuk bangsa Indonesia peringatan ini tidak lain untuk menghidupkan jiwa patriotisme masyarakat akan semangat juang dengan pembacaan puisi kemerderdekan .

INDONESIAKU
Malang nasibmu, Indonesiaku…
tiga setengah abad engkau di jajah
kucuran keringat dan darah, harta sekalipun nyawa di korbankan para pejuang.
66 tahun silam engkau bebas dari penjajahan, kata mereka.
malang nasibmu, indonesiaku…
engkau berada di tangan para penjilat harta dan tahta
sang merahputihpun tetap berkibar di sana, seakan menampar muka para penguasa korup
Burung garudapun tetap bertengger di sana.
Burung garuda berkata “hai penguasa…! turunkan aku dari sini, kau merongrong indonesiaku”
merekapun diam membisu, di anggapnya patung tiada guna.
malang nasibmu, indonesiaku…
mereka berebut kekuasaan…
Salam Puisi Kemerdekaan….
Pahlawan
Oleh: Seno Aji Airlangga*
Di balik dawai dia berjasa,
Bersembunyi namun terdengar,
Pengantar alunan tanpa terpandang,
Deretan nada tercipta oleh getaran,
Tanpa jasa, beliau mengantar ketentraman di keramaian,
Sekarang, alunan tercipta indah,
Mengalun tenang dan menidurkan,
Menidurkan mereka sehingga terbuai kenikmatan,
Tidak ingat pengantar, lupa akan pembawa kenikmatan,
Nikmat, nikmat, dan nikmat..
Tanpa tahu getir pahit sang pengantar kenikmatan..
Kawan… ingatkah kalian akan pahlawan?

 
Semangat Pahlawan
Ku lihat engkau di sana, pahlawan
Tak menyerah patah arang
Tak gentar medan kau lawan
Bersorak-sorai tanda kemenangan
Letih raga kau rasa
Jatuh tanda tak kalah
Di sini ku kan berdoa
Bangkit hadapi menyerang lawan
Tak dengar caci mereka
Berjalan, Tuhan akan berkata
Hamba bersujud berharap
Mentari senyum tanda melawan
Ku lihat engkau di sana, pahlawan
Walau tulang tak lagi menyatu
Tapi jiwa berkata beda
Semangat maju takkan luntur
Kini, mimpi telah usai
Tapi cita takkan berhenti
Perjalanan hidup panjang di sini
Semangat pahlawan kembali
Ciptaan: Risang Raditya A

Share.