18 Aplikasi Prostitusi Gay Ditemukan, Kemenkominfo Pertimbangkan Untuk Memblokir

18 Aplikasi Prostitusi Gay Ditemukan, Kemenkominfo Pertimbangkan Untuk Memblokir
Nusantarapost.com Belum lama ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dikejutkan dengan adanya 18 aplikasi yang berkaitan dengan prostitusi Gay berkembang di Google Play Store. Kemenkominfo telah melakukan pengujian dan mengkaji ulang pemblokiran aplikasi khusus gay tersebut di smartphone.

Hal ini menyusul pengungkapan 18 aplikasi yang digunakan sindikat prostitusi anak bagi gay oleh jajaran Subdit Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri.

“Segala sesuatu bisa dimungkinkan. Apalagi dampaknya sudah kelihatan,” kata Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Noor Iza, di Jakarta, Kamis (8/9/2016).

Ia juga tak memungkiri bahwa aplikasi ini memang dikhususkan untuk para kaum gay. Hanya saja, Kemenkominfo tidak dapat memblokir aplikasi tersebut begitu saja.

Dia menuturkan bahwa, Kemenkoinfo mesti saja melakukan koordinasi dengan beberapa pihak yang terkait, termasuk pula si perusahaan yang membuat aplikasi tersebut.

“Masalah perilaku, negara enggak bisa mencampuri orang tadi. Nah, sebenarnya kalau kita bicara komunikasi, lewat aplikasi manapun sebenarnya bisa juga ya untuk itu (aktivitas gay). Yang dipermasalahkan, ada aplikasi yang dikhususkan untuk mereka,” ucap Noor Iza.

Noor Iza juga menambahkan bahwa saat ini Kemenkominfo sedang menyusun rencana untuk bertemu dengan sejumlah pihak. Termasuk didalamnya ada kementerian dan lembaga terkait maupun dari pihak masyarakat, LSM dan Organisasis Masyarakat.

“Kita akan melakukan pertemuan minggu depan untuk konsolidasi antarlembaga dengan pihak terkait. Nanti masalah konten di dalamnya, kalau ternyata aplikasi itu kan belum tentu si penyedia konten mau me-remove atau tidak. Nanti kami lihat, kami sampaikan ke stakeholder terkait bagaimana kelanjutannya. Sebelum ke sana (pemblokiran) kita kaji semua, bicarakan dengan pihak terkait,” tandas Noor Iza.

Sebelumnya, pihak Bareskrim juga mengimbau kepada para orang tua untuk aktif dalam mengawasi anaknya ketika sedang beraktivitas di media sosial dan ponsel pintar.

Hal tersebut berkaitan dengan ungkapan sindikat prostitusi anak untuk gay yang sedang marak menggunakan aplikasi khususnya dalam berinteraksi.

“Saya rasa semua orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Tapi terkait ponsel pintar, orang tua hendaknya harus lebih pintar,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (8/9/2016).

Share.