Helikopter TNI AD Yang Jatuh Di Yogya Selesai Dievakuasi

Helikopter TNI AD Yang Jatuh Di Yogya Selesai Dievakuasi
Nusantarapost.com Letnan Kolonel Joko Sujarwo selaku Komandan Kodim 0723 Sleman telah mengatakan apabila evakuasi yang dilakukan terhadap badan helikopter dengan nomor kode HA-5073 milik TNI AD yang jatuh di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman pada Jumat, 08 Juli 2016 kemarin telah selesai 100 persen dilakukan.

“Ya evakuasi sudah selesai 100 persen. Proses evakuasi mulai dilakukan sejak pukul 02.00 WIB hingga sekitar pukul 11.00 WIB,” kata Joko Sujarwo seperti dikutip dari Antara, Sabtu (9/7/2016).

Ia menjelaskan bahwa evakuasi yang telah melibatkan sebanyak 100 personel TNI AD tersebut berada di bawah koordinasi Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad).

“Semuanya sudah diamankan, termasuk benda-benda yang berpotensi menimbulkan kebakaran sudah diamanankan, seperti bahan bakar avtur dan lainnya,” ujar dia.

Ia mengatakan, setelah dievakuasi selanjutnya tim penyelidik dari Mabes TNI AD akan menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter.

“Evakuasi sudah selesai, selanjutnya semua kami serahkan kepada pimpinan di Mabes TNI AD,” kata Joko.

Joko mengungkapkan apabila pihaknya tak lupa juga mengucapkan terimakasih kepada warga Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Sleman yang banyak memberikan bantuan terhadap proses evakuasi helikopter tersebut.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat setempat yang banyak membantu, baik menolong korban saat kejadian maupun membantu kelancaran petugas,” lanjut Joko.

Helokopter milik TNI AD yang saat ini sedang melakukan patroli udara pengamanan kunjungan Presiden RI Joko Widodo di Solo dan juga Yogyakarata jatuh di Dusun Kowang, Tamanmartano, Kalasan pada Jumar, 8 Juli 2016 kemarn pada pukul 15.00 WIB, diketahui bahwa baling-baling heli ini juga sempat berhenti berputar saat itu.

“Dari arah timur suara kencang, tiba-tiba mesin mati dan baling-baling berhenti berputar,” kata saksi mata warga setempat Priharyanto (35).

Menurut dia, setelah mesin mati helikopter limbung dan menukik kemudian menabrak dua kamar milik Heru Purwanto.

“Setelah itu helikopter jatuh dan berhenti dengan posisi berbalik arah dari sebelum ke arah barat, menjadi ke arah timur di rumah milik Suparno,” kata Priharyanto.

Menurut seorang saksi lain, Lina (30), yang turut melakukan evakuasi korban mengatakan, korban meninggal perempuan mengalami luka di kepala dan kaki kanan patah.

“Sedangkan yang lain mayoritas mengalami luka di kepala karena terjepit. Sementara korban luka lainnya mayoritas mengalami luka di kepala dan dada serta lengan,” kata Lina.

“Saya sempat membantu menolong lima orang, dua orang meninggal. Tetapi ternyata masih ada satu orang lagi korban yang ada di bawah helikopter,” kata wanita tersebut.

Share.