Menhub Tidak Percaya Kecelakaan Tol Brexit 12 Pemudik Meninggal Karena Macet

Menhub Tidak Percaya Kecelakaan Tol Brexit 12 Pemudik Meninggal Karena Macet
Nusantarapost.com Tradisi mudik sudah seperti menjadi kewajiban yang dijalani oleh seluruh umat muslim Indonesia menjelang hari raya hingga hari raya tiba untuk dapat pulang ke kampung halaman masing-masing agar bisa berkumpul dengan sanak saudara mereka. Hal yang tak dapat dihindari ketika perjalanan mudik adalah macet yang terjadi sepanjang jalan.

Kemacetan parah kini terjadi di Tol Brebes Exit atau biasa disebut dengan tol Brexit, yang terletak di Jawa Tengah ketika arus mudik terjadi. Kemacetan ini menimbulkan kecelakaan yang memakan korban jiwa, paling tidak terdapat sebanyak 12 orang meninggal dunia karena kelelahan ketika harus terjebak macet yang begitu para di tol ini.

Disebutkan oleh seorang tenaga medis yang bertugas di posko mudik tersebut, terdapat sekitar 12 pemudik yang meninggal dunia karena diduga mereka kelelahan ketika harus mengantre di tol Brexit.

“Memang dari data yang saya tahu ada 12 yang meninggal saat macet parat di Tol Brexit. Selain diduga kelelahan, mereka juga ada yang memang punya riwata penyakit,” ujar petugas yang enggan disebut namanya itu.

Berikut merupakan data korban yang meninggal dunia karena kelelahan:

1. Azizah (1) meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas Tanjung pada tanggal 3 Juli 2016. Dia diduga meninggal akibat keracunan karbon dioksida setelah mobil yang ditumpanginya terjebak macet lebih dari enam jam menjelang pintu keluar Tol Brebes Timur.
2. Yuni Yati (50), warga Magelang, meninggal dunia setelah dalam kondisi sakit keras terjebak macet di Tol Brebes, pada tanggal 3 Juli. Yuni sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Asih, namun tak tertolong.
3. Turinah (53), warga Kebumen, meninggal di Rumah Makan Minang Karangbale pada tanggal 3 Juli 2016.
4. Sundari (58), warga Kendal, meninggal dunia karena sakit di Bus Pahala Kencana yang terjebak macet pada tanggal 4 Juli 2016.
5. Susyani (36), warga Bogor, pingsan saat turun dari Bus Rosalia Indah. Korban mengeluh pusing karena bus yang ia tumpangi kena macet di Tol Brebes. Susyani sempat dibawa ke Puskesmas Larangan sebelum meninggal dunia pada 4 Juli 2016.
6. Sariyem (45), warga Banyumas, diturunkan dari mobil travel di Klinik dr Desy Wanacala. Sariyem sebelumnya pingsan karena kelelahan, setelah itu diperiksa kemudian meninggal dunia pada 4 Juli 2016.
7. Suharyati (50) turun dari Bus Sumber Alam karena tidak kuat menghadapi macet. Saat turun, ia pingsan dan muntah-muntah. Dalam perjalanan ke rumah sakit dia meninggal pada 4 Juli 2016.
8. Poniatun (46), warga Kebumen, turun dari Bus Zaki Trans di Rumah Makan Mustika Indah, Kecamatan Tonjong. Tak lama kemudian dirinya meninggal dunia pada 4 Juli 2016.
9. Rizaldi Wibowo (17), seorang warga Kendal, meninggal di dalam bus pada 5 Juli 2016.
10. Sumiatun (67), warga Serpong, Tangerang, meninggal dunia di dalam bus pada 5 Juli 2016.
11. Sri (40) warga Wonogiri, meninggal dalam perjalanan saat menggunakan mobil pribadi. Sri meninggal karena serangan jantung pada 4 Juli 2016.
12. Suhartiningsih (49) warga Jakarta, meninggal di dalam mobil pribadi pada tanggal 5 Juli 2016.

Namun, Jonan selaku Menteri Perhubungan berkata bahwa kemacetan parah yang terjadi pada tol Brexit ini saat arus mudik lebaran tiba tidak mungkin menyebabkan orang-orang tersebut meninggal. Jonan tidak percaya dengan pernyataan bahwa mereka meninggal karena harus antre macet di tol tersebut.

“Kalau ada yang mengutip ada yang meninggal karena macet kok saya baru tahu itu seumur hidup saya. Begini, kalau tidak mengidap penyakit sebelumnya, saya kira tidak akan meninggal. Masa iya kemacetan bisa menimbulkan orang meninggal, kan tidak mungkin,” kata Jonan saat menghadiri Open House di Istana Wakil Presiden Jakarta, Rabu (6/7).

Share.