Kisah Jokowi Bercerita Tentang Masa Mudanya Untuk Peringati Isra’ Mi’raj

140
Nusantarapost.com Tak hanya diperingati oleh kalangan ulama dan masyarakat saja, namun petinggi negara bahkan presiden RI yaitu Joko Widodo atau lebih akrab dikenal dengan sapaan Jokowi turut serta menghadiri acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW di Pondok Pesantren Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah. Kedatangan Jokowi dalam acara ini mendapat sambutan hangat dari seluruh penghuni santri.

Lihat Juga :

Kata Mutiara Ucapan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1437 H

DP BBM Untuk Ucapan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1437 H/2016

Dalam acara peringatan Isra’ Mi’raj ini, Jokowi juga tak lupa untuk memberikan sambutan serta bercerita bagaimana kisahnya dikala muda berjuang ketika memperingati Isra’ Mi’raj yang menurut tanggalan Islam jatuh pada tanggal 27 Rajab.

Tema yang diambil Jokowi dalam sambutannya di acara peringatan Isra’ Mi’raj pada Rabu malam, 4 Mei 2016 kemarin itu tentang persaingan, hal tersebut didasarkan karena untuk saat ini persaingan bukan hanya terjadi antara perorangan saja, bukan antar kota, dan antar propinsi di Indonesia namun juga sudah mengglobal yaitu persaingan yang terjadi antara negara.

Karena adanya persaingan tersebut, maka sang Presiden yang kala itu hadir memberi sambutan dengan pakaian jas dan kopiyah senada berwarna hitam mengungkapkan mengenai persaingan antar global ini, ia menjelaskan mengena Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang saat ini sudah mulai dibuka sejak awal tahun 2016 kemarin, dengan begitu maka akan membuat hubungan antar negara satu dan negara lainnya dalam komplek ASEA tak lagi ada jeda.

Dengan adanya MEA tersebut, orang Indonesia bisa dengan bebas bekerja ataupun berdagang di negara luar dalam komplek ASEAN, pun berlaku aturan sebaliknya. Belum lagi bicara persaingan lebih luas dalam konteks ekonomi blok Tiongkok, Amerika dan Uni Eropa.

Dalam perayaan hari peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tersebut, Jokowi memaparkan bawha apabila ingin menjadi nelayan maka harus menjadi nelayan yang memiliki jiwa profesionalisme yang tinggi. Apabila ingin menjadi seorang pejabat, maka juga harus menjadi pejabat yang menjunjung tinggi profesionalisme, karena jika persiapan tersebut tidak ada maka akan sangat sulit untuk dapat bertahan dan memenangkan persaingan yang sudah terbuka antar negara ASEAN seperti sekarang ini.

Jokowi pun tak lupa menitip pesan untuk para santri, ia memberikan salah satu cara agar dapat memenangkan persaingan antar global ini yaitu dengan belajar dan bekerja lebih giat lagi dibandingkan dengan yang lain. Dikala mudanya, Jokowi juga melakukan hal demikian, berjuangan agar bisa menggapai cita-citanya.

Yang dimaksudkan oleh Presiden mengenai belajar dan bekerja lebih giat dalam sambutannya di perayaan Isra Mi’raj ialah semisal berdagang ke Singapura atau Brunei atau Malaysia, jikalau mereka berdagangnya hanya pagi pukul 08.00-16.00, maka para santri berdagangnya pukul 08.00 sampai tengah malam.

Apabila para santri ini bisa dipersiapkan dengan baik untuk dapat menghadapi persaingan dan memperoleh kemenangan dalam konteks MEA ini, maka tentu akan menjadi aset berharga untuk negara Indonesia dimasa mendatang.

Share.