Tema Google Doodle Asep Sunandar Rayakan Ulang Tahun Sang Legendaris

Tema Google Doodle Asep Sunandar Rayakan Ulang Tahun Sang Legendaris
Nusantarapost.comĀ Lakon wayang golek legendaris Asep Sunandar mendapat penghormatan dari Google. Haru ini, Raksasa internet yang berasal dari AS tersebut merayakan hari ulang tahun yang ke-61 untuk sang mendiang seniman dengan tampilan Google Doodle unik dihalaman pertama mesin pencarian Google.

Bagi anda yang mengakses Google pada hari ini, Sabtu, 3 September 2016, mungkin anda akan menemukan gambar baru pada mesin pencarian Google tersebut, terdapat sebuah Google Doodle yang digambarkan cukup kreatif dengan gambar kartun Asep Sunandar yang sedang memainkan dua tokoh wayang golek yaitu Semar dan Cepot dengan tulisan panggung bertulis GOOGLE.

Kedya tokoh wayang tersebut memang sering kali ditampilkan oleh Asep Sunandar pada hampir setiap pertujukkan wayang golek yang ia gelar.

Memiliki nama lengkap Asep Sunandar Sunarya, beliau lahir di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 3 September 1955. Merupakan seorang maestro wayang golek di Indonesia. Selaku dalang wayang golek Asep Sunandar konsisten pada bidang yang digelutinya tersebut.

Menurutnya, ia ditakdirkan untuk menjadi dalang oleh dalang yang sesungguhnya, yaitu Tuhan. Ia begitu menyatu dengan dunia wayang golek yang digarapnya tersebut.

Pencapaiannya yang didapatpun juga serupa dengan kerja kerasnya. Beliau mendapatkan pernghargaan demi penghargaan, baik itu di tingkat lokal, provinsi, nasional bahkan hingga beralih ke mancanegara.

Mungkin saja tanpa kehadiran seorang seniman Asep Sunandar ini, tokoh Cepot tidak akan menjadi sepopuler seperti saat ini. Berkat kreativitasnya dan berbagai inovasi yang ia ciptakan, Asep berhasil menaikkan lagi derajat wayang golek yang dianggap seni kampungan oleh segelintir orang.

Selain soal cerita, Asep juga pernah memodifikasi wayang golek yang dimainkannya. Modifikasi yang dimaksud antara lain membuat wayang golek raksasa (buta) yang kepalanya bisa terburai saat terkena hantaman gada, Cepot yang dapat mengangguk, dan Arjuna dengan panahnya.

Tak hanya karyanya yang menjadi dalang, tapi pada tahun 1993 diketahui pula bahwa Asep Sunandar juga sudah diminta menjadi seorang dosen luar biasa di Institut International De La Marionnette, Charlevile, Perancis. Dia mengajar selama dua bulan saja dan sempat dianugerahi gelar profesor oleh masyarakat akademis Perancis.

Asep juga pernah membuat sebuah pentas di luar negeri pada tahun 1994 lalu. Negara yang pernah disambanginya adalah Inggris, Belanda, Swiss, Perancis serta Belgia. Selanjutnya pada 1995, Asep mendapatkan penghargaan berupa Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden Soeharto.

Share.