Kenalkan Bos Baru di Indonesia, Line Umumkan 3 Strategi Bisnis Barunya

Kenalkan Bos Baru di Indonesia, Line Umumkan 3 Strategi Bisnis Barunya
Nusantarapost.comĀ Line yang merupakan sebuah aplikasi pesan singkat yang bertitik tumpu pada sticker secara resmi memilih Ongki Kurniawan sebagai Managing Director Indonesia. Keputusan tersebut terhitung sejak tangal 1 Juni 2016, Ongki resmi menjadi bos baru di lini Bisnis Line di Indonesia.

Empat bulan setelah ia dipercaya di Line Indonesia, Ongki menyebutkan bahwa sudah menyiapkan tiga buah strategi untuk dapat mencapai misi yaitu bukan sekadar mejadi sebuah layanan pesan singkat saja akan tetapi juga menjadi portal pintar nomor satu di tahun 2019 mendatang.

Tiga strategi ini yaitu menjadi layanan komunikasi dominan untuk genersi millenial, menjadi mitra terpercaya bagi ekonomi kreatif digital, dan menjadi layanan yang cukup relevan dengan pengguna lokal.

Menurut Ongki, Indonesia adalah negara dengan pengguna Line terbanyak nomor empat diseluruh dunia. Dengan adanya basis pengguna di Indonesia sebanyak 90 juta orang, ia menilai bahwa 80 persen diantaranya adalah pengguna aktif dan 90 persen diantaranya berusia kurang dari 32 tahun. Hal tersebut membuat Ongki semakin optimis dan yakin bisa mencapai tujuan misi perusahaan.

“Populasi di sini besar dengan usia millenial mendominasi, tapi penetrasi ponsel masih rendah menjadikan potensi untuk tumbuh kian besar,” kata Ongki di sela konferensi media di Jakarta, Jumat (2/9).

Generasi millenial menurut pendapat Ongki sangat ekspresif sehingga potensial untuk dapat memperluas jangkauan.

“Millenial bisa mendorong kami untuk menjangkau pasar yang lebih spesifik, bukan sekadar mengenal Line sebagai platform perpesanan,” imbuhnya.

Untuk bisa menghadirkan konten asli yang sesuai dengan selera konsumen Indonesia, Line pun menjalin mitra dengan kreator lokal.

Seiring dengan strategi yang ingin dicapai di Indonesia, Ongki pun memberikan target bisa merangkul 200 ribu konten kreator. Sehingga saaat ini, kreator lokal telah mengisi konten seperti sticker dan webtoon (website cartoon).

“Sampai tahun 2019 kami berusaha realistis bisa menggandeng kreator konten sebanyak-banyaknya karena sejauh ini sudah ada 400 juta stiker bertema lokal, tapi lebih dari itu kami sebenarnya lebih mengedepankan kualitas dibandingkan kuantitas,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui bahwa tak hanya sebagai layanan pesan instan saja, Line yang berasal dari Jepang ini juga merilis konten digital berupa Line game, webtoon, stiker, akun resmi, Line@, Line Today yang mengkurasi berita harian, dan Line commerce.

Di Indonesia, ia mengklain konten digital juga disukai pengguna Line. Lebih lanjut dijabarkan sejauh ini Webtoon memiliki 6 juta pengguna aktif dan 2 juta pengguna aktif per bulannya.

“Kami tengah berupaya mengedukasi kreator untuk membuat konten yang kualitasnya bagus dan mendorong agar harga terjangkau. Menariknya saat ini ada kreator yang mendapat penghasilan bersih hingga Rp600 juta hanya dengan menjual konten di Line,” pungkasnya lagi.

Share.