Dirumorkan Akan Dibeli Google, Inilah Tanggapan Telegram

116

Google

Nusantarapost.com – Belum lama ini tersiar kabar bahwa aplikasi layanan pesan singkat yaitu Telegram akan dibeli oleh Google. Kabar ini juga semakin diperkuat jika kita mengulas berita tahun lalu yang juga sempat membicarakan mengenai usaha Google untuk membeli WhatsApp namun sayang rencana tersebut gagal karena WhatsApp lebih memilih untuk diakuisisi oleh Facebook.

WhatsApp memang sempat dikabarkan akan dibeli oleh Google, waktu itu Google memberikan penawaran untuk membeli WhatsApp dengan harga USD 10 miliar atau jika dirupiahkan setara dengan harga Rp 131 triliun. Sayang sekali WhatsApp lebih memilih untuk dibeli oleh Facebook yang kala itu membelinya dengan harga yang lebih tinggi yaitu USD 19 miliar atau setara dengan Rp 250 triliun.

Lihat Juga :

Fitur Video Call Akan Menghampiri BBM Bulan Juni 2016

Awal Mei 2016, Video Iklan Di YouTube Wajib Ditonton

Tak mau kalah, akhirnya kini tersiar kabar mengenai usaha Google untuk dapat menggaet aplikasi pesan singkat pesaing WhatsApp yaitu Telegram. Rupanya diam-diam Sundar Pichai yang merupakan seorang CEO Google sendiri telah melakukan pertemuan diam-diam dengan pendiri Telegram yaitu Pavel Durov. Tentu pertemuan yang diadakan pada akhir tahun 2015 tersebut merupakan pertemuan yang belum diketahui publik kala itu.

Diketahui menurut rumor yang sentar beredar disebutkan bahwa Google memberikan penawaran harga sebesar USD 1 miliar atau setara dengan Rp 13 triliun untuk dapat mengakuisisi Telegram tersebut.

Laporan dari Trade Secret juga mengungkapkan bahwa pada pertemuan yang digelar Google dan Telegram tersebut diketahui bahwa Google lah yang memprakarsai kala itu. Disebutkan pula bahwa usulan dari Durov tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan keinginan Google.

Google memang saat ini tengah menerbangkan kiprahnya dalam dunia media sosial berupa pesan singkat yang kini memang banyak dipilih oleh pengguna smartphone. Ketertarikan Google ini juga terlihat pada saat bulan Desember 2015 tahun kemarin dimana perusahaan mesin pencari terbesar itu dirumorkan sedang dalam masa persiapan layanan pesan singkat yang nantinya layanan tersebut akan dilengkapi oleh adanya asisten digital.

Untuk saat ini, Google sedang mendanai sebuah startup pesan singkat yang memiliki nama Symphony dengan nilai investasi yang terbilang tinggi yaitu USD 100 juta atau setara dengan Rp 1,3 triliun.

Menanggapi berita tersebut, Durov pun angkat bicara. Meski tak memberikan pernyataan pasti akan tetapi ia terkesan mengelak adanya informasi ini.

“Ini omong kosong. Tak ada pembicaraan akuisisi. Tak ada rencana sama sekali,” kata salah seorang sang juru bicara Telegram, Senin (2/5/2016).

Telegram merupakan sebuah layanan pesan singkat yang terenkripsi dan semacam jejaring sosial pada umumnya. Di dalam Telegram terdapat berbagai fitur diantaranya adalah adanya fitur channel untuk pesan siaran atau broadcast yang terkenal, fitur ini sempat digunakan pula oleh ISIS.

Share.