Live Streaming Demo 212 , 2 Desember 2016 Siaran lansung TV ONE Aksi Super Damai 212 Bela Quran III dan Doa Bersama LIVE Dari Monas Hari Ini Jum’at 2/12

Demo 2 Desember 2016Aksi super damai 212 Jumat (02/12) menuntut agar proses hukum berjalan seadil-adilnya terhadap Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atas kasus penistaan agama yang dilakukannya. Kini Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama dijerat dengan Pasal 156 huruf a KUHP dalam kasus penistaan agama. Tersangka dan barang bukti atas dugaan kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah dilimpahkan oleh Polri ke Kejaksaan Agung pada Kamis pagi (1/12).

Setelah dijadikan tersangka kejaksaan telah memutuskan untuk tidak menahan Ahok. Saat ditemui pada hari Kamis (1/12) Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung M Rum memberikan penjelasan mengenai tidak ditahannya Ahok dengan beberapa beberapa pertimbangan. “Pertama bahwa penyidik sudah mengajukan pencekalan dan sampai saat ini berlaku,” kata Rum. Kemudian ia pun menambahkan, “seusai SOP yang ada, apabila penyidik Polri tak menahan tersangka, kejaksaan pun akan bersikap sama, Kami juga tidak melakukan penahanan.” Dengan demikian Aksi super damai yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) serta umat muslim lainnya pada Jumat ini (02/13) dengan pembacaan kitb suci Alquran dan Salat Jumat berjamaah menuntut supaya Ahok segera ditahan.

Sementara itu Jaksa Agung mengatakan, tim Jaksa Penuntut Umum telah selesai menyusun dakwaan terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama terkait dengan pernyataan di Kepulauan Seribu yang menyinggung Surat Al Maidah ayat 51. Penyusunan dakwaan tersebut rampung dalam satu hari pasca berkas perkara kasus Ahok dinyatakan lengkap.

Jaksa penuntut telah selesai menyusun dakwaan terkait kasus yang menjerat Ahok dengan pasal alternatif. Pasal pertama adalah Pasal 156 a KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Sementara pasal kedua adalah Pasal 156 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Dengan dirampungkannya penyusunan dakwaan, proses pengadilan terhadap Ahok yang akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara akan segera dilaksanakan. Jaksa Agung Prasetyo menambahkan, persidangan Ahok akan digelar secara terbuka agar proses peradilan berjalan secara transparan.

Share.